Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adsense utama

Sejarah Transmisi listrik tanpa kabel


Latar Belakang

Fungsi kabel sebagai media transmisi sudah dapat dilihat pada penggunaan telegram sebagai media telekomunikasi. Pada telegram, pesan disandikan ke dalam sandi morse lalu diterjemahkan menjadi sinyal-sinyal listrik  yang kemudian dikirimkan melalui seutas kawat (Morse, 1844). Prinsip kerja telegram  kemudian menjadi dasar berkembangnya teknologi pengiriman informasi yang menggunakan media kabel. Seiring berkembangnya teknologi, pengiriman informasi pada akhirnya juga dapat dilakukan melalui media non  kabel, yang disebut Nirkabel (Wireless). Komunikasi Nirkabel dilakukan dengan cara memanfaatkan gelombang elektromagnetik sebagai media pengiriman informasi. Melalui sebuah antena, gelombang elektromagnetik dipancarkan dan ditangkap untuk diolah menjadi informasi yang berguna.

Akhir-akhir ini, tren pengiriman informasi secara Nirkabel  sedang berkembang jauh lebih pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertanyaannya sekarang jika teknologi pengiriman informasi secara Nirkabel  dapat berkembang begitu pesat, bagaimanakah dengan transmisi energi listrik secara Nirkabel?

Awal abad ke 19th, para ilmuwan dan peneliti seperti Nikola Tesla (1856-1943) dan Heinrich Rudolf Hertz (1857-1894) sebagai  pelopor  dalam  dunia  transmisi  tanpa  kabel  sudah  mengetahui, bahwa sangat  mungkin  untuk  dapat  mengirimkan daya listrik  tanpa melalui  kabel. Nikola Tesla mengeksplorasi  dan  terus mempelajari suatu sistem  pengiriman daya listrik tanpa kabel melalui penemuan-penemuan tentang gelombang radio, gelombang mikro  (microwaves), dan kumparan Tesla. Pada akhirnya, Nikola Tesla membuat menara  Wardenclyffe (Gambar  1.1)  dengan  tujuan sebagai  suatu  pembangkit  yang  dapat mentransmisikan daya listrik serta informasi ke seluruh dunia. Akan tetapi, karena  sponsornya yakni JP Morgan (Rolfe, 2009) secara tiba-tiba  menghentikan aliran  dana,  dan  Nikola Tesla tidak mendapatkan sponsor yang  lain,  maka  menara  Wardenclyffe ini akhirnya dihancurkan sebelum dapat beroperasi.

Transmisi daya listrik tanpa kabel
Gambar 1.1 Menara Wardencyffe

Sebagai suatu contoh lain, prinsip induksi pada trafo, dapat mengirimkan  daya listrik dari kumparan satu tanpa bersentuhan dengan kumparan yang lain,  meskipun jaraknya masih sangat dekat. Selain trafo, prinsip radiasi  elektromagnetik  pada  gelombang  radio juga dapat mengirimkan energi listrik tanpa kabel, akan tetapi karena efisiensi yang kecil, gelombang radio ini hanya  berperan penting untuk dunia telekomunikasi dalam mengirimkan informasi dan  tidak dapat digunakan untuk mengirimkan daya listrik dalam jumlah besar  (menggantikan  peran kabel).  Ilmuwan  juga  telah mencoba  untuk memusatkan  gelombang elektromagnetik seperti laser (tidak menyebar seperti halnya  gelombang elektromagnetik  pada  gelombang  radio),  akan  tetapi  hal  ini  juga  belum praktis  dan  bahkan  dapat merusak  dan  membahayakan  umat  manusia. Akhirnya  ditemukan suatu  cara  untuk  dapat mengirimkan  energi  listrik tanpa kabel, yaitu dengan menggunakan prinsip resonansi magnetik, dimana energi ditransfer pada frekuensi yang sama pada pengirim dan penerima, sehingga tidak akan berpengaruh pada benda-benda sekitar yang memiliki frekuensi yang berbeda.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk membuat sebuah alat transfer daya listrik tanpa kabel yang aman (terisolalasi secara elektris) karena bersifat non radiatif.

Rumusan Masalah

Masalah yang diangkat pada proyek tugas akhir ini adalah bagaimana merancang sebuah alat untuk transfer daya listrik tanpa kabel dan bagaimana mengetahui karakteristik dari alat yang berhasil dibuat.

Batasan Masalah

Untuk menghindari persepsi yang salah dan meluasnya pembahasan, maka peneliti membatasi permasalahan tugas akhir ini dalam beberapa hal, yakni :
  1. Rancangan sistem ini berdasarkan prinsip induksi-resonansi magnetik, baik di sisi pengirim maupun penerima.
  2. Daya yang berhasil ditransfer akan digunakan untuk menyalakan sebuah beban LED.
  3. Jarak Maksimum transfer daya adalah 20 cm.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah :
  1. Menghasilkan sebuah alat yang dapat mengirim daya listrik tanpa kabel.
  2. Sebagai salah satu bentuk partisipasi untuk mendukung penelitian tentang WPT (Wireless
  3. Power Transfer) yang saat ini banyak dilakukan di banyak Universitas baik dalam maupun luar Negeri.

Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan dari Tugas Akhir ini adalah :
  1. Mengembangka metode transfer daya listrik tanpa kabel
  2. Menerapkan terori-teori dasar tentang Magnet dan gejala medan elektromagnetik yang diperoleh di bangku kuliah.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Berisi penjelasan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan maslah, metodologi, serta sistematika penulisan yang digunakan untuk menyusun laporan tugas akhir.

BAB II Landasan Teori

Berisi Landasan teori yang digunakan dalam melakukan analisis, perancangan, dan implementasi tugas akhir yang dilakukan pada bab-bab selanjutnya.

BAB III Metode Penelitian

Berisi tentang pelaksanaan, alat, bahan, jalannya perencanaan dan hasil yang diharapkan.

BAB IV Hasil dan Pembahasan

Memuat tentang analisa dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan.

BAB V Kesimpulan dan saran

Memuat tentang kesimpulan dan saran-saran berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh.
Heri
Heri Hai there, my name is Hery. I am from Indonesia. Start blogging at 2015 until now. I am an employee, a father, writer and ofcourse a blogger. My daily activity is working in my company and also write and publish some articles in my blog. Hope you enjoyed this blog.. Thank you for visit..