Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adsense utama

Pengertian kontaktor dan prinsip kerjanya

Pernah dengar istilah kontaktor? Bagi orang-orang yang memang bergelut di dunia kelistrikan mungkin sudah biasa mendengar dan mengutak atik komponen bernama kontaktor ini. Tapi bagi kita yang awam, mungkin akan bertanya-tanya apa itu kontaktor dan fungsinya apa. Jadi, Kontaktor (contactor) adalah salah satu komponen listrik yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan daya listrik 3 fase secara otomatis.

Pengertian Kontaktor listrik dan prinsip kerjanya

Berdasarkan pengalaman saya, kontaktor sebenarnya memiliki prinsip kerja yang sama dengan sakelar-sakelar lampu yang ada di rumah kita, bedanya, kalau sakelar lampu hanya dilewati oleh 1 fase saja pada terminal input dan outputnya, sedangkan kontaktor umumnya terdiri dari 6 buah terminal yang mana masing-masing  terdiri dari 3 buah terminal input dan output untuk fase R, S, dan T. Masing-masing terdiri dari sebuah terminal input dan output, terminal bantu NO yang dapat digunakan untuk membuat jalur holding saat membuat rangkaian control pada motor listrk. Jadi, total ada 8 buah terminal in dan out pada kontaktor.  

Perumpamaan dengan sakelar ini sebenanrnya untuk mempermudah kita memahami prinsip kerjanya. karena kita yang awam terkadang  akan lebih mudah memahami sesuatu hal baru jika diumpamakan dengan sesuatu yang telah biasa kita alamai dalam hidup sehari-hari.

Selain perbedaan jumlah terminal, perbedaan mendasar antara kontaktor dengan sakelar lampu adalah pada mode operasinya. Kalau pada sakelar lampu, yang menggerakan kontak input dan output adalah kita sendiri (manual) dengan cara menekan tuas sakelar ke atas dan ke bawah, sedangkan pada kontaktor peroses on off nya dilakukan secara otomatis oleh medan magnet dari lilitan kontaktor yang dialiri arus yang biasanya disimbolkan dengan A1 dan A2, yang mana A1 dihubungkan dengan fase (+) sedangkan A2 nya dihubungkan ke netral (0). Atau bisa sebaliknya. Kontaktor memiliki prinsip kerja yang sama persis dengan relay.

Baca juga : Prinsip kerja relay

Selain itu, perbedaan yang mencolok antara kontaktor dan sakelar lampu yakni terlihat pada beban yang disuplay. Jika pada sakelar lampu bebannya adalah lampu biasa sebagaimana namanya, sedangkan pada kontaktor bebannya adalah beban listrik berkapasitas daya besar, seperti misalnya smotor-motor listrik 3 fase dll. Agar lebih mudah dipahami, coba perhatikan gambar berikut.

Pengertian kontaktor dan prinsip kerjanya

pengertian dan Prinsip kerja kontaktor

Gambar 1 Wujud fisik dan gambar terminal pada sakelar.

Pengertian kontaktor dan prinsip kerjanya


Pengertian Kontaktor listrik dan prinsip kerjanya
Gambar 2 Wujud fisik dan gambar terminal pada kontaktor.

Pada gambar 1 di atas bisa dilihat sebuah sakelar lampu yang terdiri dari 1 buah terminal input (line in warna hitam) dan 1 buah terminl output (Line out warna merah/load). Ketika kita ingin membuat rangkain kontak on off arus yang menuju ke lampu, kita bisa melakukannya dengan cara menghubungkan kabel  fase yang datang dari sumber ke terminal input (menghubungkannya di terminal input), kemudian menghubungkan kabel lainnya yang menuju ke terminal positif lampu pada terminal output sakelar. Dengan begitu, fungsi sakelar sebagai alat untuk menghidupkan (on) dan mematikan (off) lampu telah selesai dibuat.

Sedangkan pada gambar 2 di atas, adalah sebuah kontaktor standard merk Mitsubish (SN-10) yang terdiri dari 8 buah terminal.  6  buah terminal utama (3 input dan 3 output ), 2 buah terminal input dan output NO, 2 buah terminal koil (lilitan) A1 dan A2 sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Biasanya, terminal utama pada kontaktor disimbolkan sebagai berikut :

Terminal input : L1 (1), L2 (3), dan L3 (5)
Terminal output : T1 (2), T2 (4), dan T3 (6)
Terminal bantu (NO) : 13 (in) dan 14 (out)
Terminal koil : A1 dan A2

Jika kita hendak memfungsikan kontaktor ini untuk menghidupkan dan mematikan motor listrik 3 fase, kita hanya perlu menghubungkan power dari sumber listrik 3 fase pada 3 buah terminal input (L1, L2, dan L3) dan menghubungkan power menuju ke motor listrik pada terminal output (T1, T2, dan T3). Sampai di sini, syarat untuk menghidupkan motor listrik tersebut telah terpenuhi. Lihat gambar berikut.

Pengertian kontaktor dan prinsip kerjanya

Lalu menghidupkannya bagaimana? Nah, disinilah peran dari  terminal A1 dan A2 (Koil/lilitan kontaktor). Jika kita ingin menghidupkan motor tersebut, maka kita harus memberikan suplay daya ke koil kontaktor  (sumber koil adalah 220 V) agar bisa menarik pelatuk terminal utama (L1 – L3) yang tadinya dalam posisi NO menjadi Close atau terhubung. Bahasa kasarnya, agar L1 terhubung dengan T1, L2 terhubung dengan T2, dan L3 terhubung dengan T3 yang mengakibatkan arus dari sumber 3 fase tadi (380 V) terhubung ke motor listrik sehingga motor listrik menyala (ON).

Terus mematikannya bagaimana? Tinggal putus arus yang menuju koil A1 dan A2 maka terminal kontaktor akan kembali ke posisi NO alias memutuskan arus menuju motor listrik tersebut.

Kenapa terminal nya bisa kembali lagi ke posisi Open (putus)? Karena kontaktor bekerja memanfaatkan medan magnet yang ditimbulkan oleh koil A1 dan A2. Saat koil A1 dan A2 dialiri arus maka pada koil tersebut akan timbul medan magnet yang akan menarik pelatuk terminal utama kontaktor ke posisi close. Dan ketika arus diputus, maka pegas dalam kontaktor akan mendorongnya kembali ke posisi Open/terbuka/putus sehingga motor listrik akan mati. 

Demikian artikel kali ini, jika ada sanggahan ataupun pertanyaa, bisa disampaikan lewat komentar di bawah ya. 

Happy learning..

Khaddavi Al-Fatih
Khaddavi Al-Fatih Mulai kenal dunia blogging pada tahun 2008, dan aktif menulis sejak 2015 hingga sekarang. Saya banyak mendapat ilmu kelistrikan sejak bekerja di industri. Itulah sebabnya fokus artikel pada blog ini lebih mengarah tentang kelistrikan. Saya yakin banyak kekurangan, baik dari kedalaman materi maupun penulisan, oleh karena itu saya mohon bantuan para pembaca untuk memberi masukan positif agar blog ini bisa terus berkembang. Silahkan dishare pada tombol share di bawah jika menurut anda artikel ini bermanfaat. Terimaksih banyak atas kunjungannya dan selamat membaca..

5 comments for "Pengertian kontaktor dan prinsip kerjanya"

  1. Tks,sangat membantu pd siapa sj yg mau belajar.great

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhmdllah trmkasih knjungan dn komentarnya mas hasan...

      Delete
  2. terimakasih, saya terbantu sekali
    Novi

    ReplyDelete
  3. Anonymous10:54 PM

    Bagus juga ni artikel

    ReplyDelete