Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Langkah - langkah Instalasi / pemasagan listrik di rumah sendiri - terbaru

Assalamu'alaikum, setelah jeda selama beberapa bulan karena kesibukan di dunia nyata, akhirnya ada waktu lagi untuk bikin postingan baru. Nah kali ini tema nya masih tentang kelistrikan, yakni bagaimana caranya kita bisa melakukan pemasangan atau instalasi listrik sendiri di rumah, baik rumah baru maupun modifikasi yang sudah ada.

Bagi kita yang awam, biasanya akan agak takut pada hal-hal yang berbau kelistrikan, ya terlepas dari manfaatnya yang vital dalam kehidupan sehari-hari, listrik memang dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya, makanya kadang orang-orang gak mau pusing ataupun mengambil resiko untuk memasang instalasi listrik sendiri, alias lebih memilih memanggil saja petugas PLN atau tukang listrik yang biasa melakukan instalasi lisrik di wilayah setempat.

Tapi sebenanrya kalau kita fikir-fikir lagi, listrik di rumah bisa kita pasang sendiri, dengan tangan kita sendiri, tentunya jika dilakukan dengan ilmu dan cara yang benar, sebagaimana yang akan saya jelaskan berikut ini.

Sebagai awalan, saya akan memberikan list keperluan-keperluan yang harus ada sebelum kita memutuskan untuk instalasi sendiri listrik di rumah kita, sebagai berikut misal :
  1. Rumah / Bangunan yang hendak dibuatkan instalasi listrik.
  2. Sumber listrik dari PLN (kWh Meter) atau sumber listrik lainnya (Genset, dll)
  3. Tools / Alat kerja (Tang Kombinasi, Test pen, Obeng kombinasi, Electric Tape / Isolasi, Cutter, dll)
  4. Komponen-komponen listrik yang hendak kita pasang seperti,
    • MCB 1 phase + Box nya
    • T Dus untuk percabangan 
    • Pipa Conduit + Fitting
    • Kabel (NYA, NYY, dll)
    • Switch / Sakelar
    • Stop kontak
    • Lampu-lampu + fitting sesuai kebutuhan
  5. Peralatan pendukung lainnya (Body harness, Paku, Palu, Tangga,dll)
  6. Proses Instalasi listrik
Baiklah, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang judul ini, baiknya kita bahas dulu list di atas satu per satu agar lebih jelas. Sekaligus bentuk nya seperti apa biar kita familier nantinya saat hendak membeli komponen-komponen tsb.

1. Rumah / Bangunan

Yang pertama tentu Rumah / bangunan yang mau kita instal listrik di dalamnya. Sebaiknya kita punya detil layout ruangan sebuah rumah atau bangunan agar memudahkan kita dalam mendisain instalasi nantinya akan seperti apa. Berikut adalah contoh sederhana bangunan dengan beberapa ruangan yang nantinya akan dipasangkan listrik.
Gambar 1 : Tampak Depan
Gambar 2 : tampak Atas 1
Gambar 3 : tampak Atas dengan keterangan
 Pada contoh bangunan rumah di atas, terdapat 8 ruangan yang terdiri dari :
  1. Ruang Tamu
  2. Ruang Keluarga
  3. Kamar tidur 1
  4. bathroom untuk kamar tidur 1
  5. Kamar tidur 3
  6. Kamar tidur 4
  7.  Bathroom umum
  8. Dapur
Anggap rumah di atas adalah rumah kita. Jika kita perhatikan setiap ruangan pada rumah di atas, kita bisa berimajinasi mengenai apa saja yang kita butuhkan nantinya di setiap ruangan tersebut. Kita ambil contoh pada ruangan nomor 3. Dari persfektif kita, kira-kira peralatan-peralatan listrik apakah yang harusnya ada di ruangan no 3? 

Dari sudut pandang saya pribadi, ada beberapa peralatan listrik yang umumnya ada di Kamar tidur 1, seperti :
  • Lampu penerangan (Sudah pasti)
  • Air conditioner (Jika anda adalah orang menengah ke atas)
  • Kipas angin (Jika anda seperti saya) 
  • Televisi
  • Komputer / PC (Jika anda orang kantoran yang sibuk)
  • Smartphone
  • dll
Begitupun dengan ke 7 ruangan lainnya. Berdasarkan sudut pandang kita sebagai pemilik rumah, kira-kira beban listrik apa saja yang harusnya berada di ruangan tersebut. 

Okelah kita coba lihat 1 ruangan lagi sebagai contoh. Ruangan nomor 8, Dapur. Dari sudut pandang saya sebagai pemilik rumah, yang harus dan biasanya ada di dapur misal :
  • Kulkas/Freezer
  • Kompor listrik
  • Lampu penerangan
  • Electric Mixer
  • Blender
  • Oven
  • dll
Nah, ke 6 ruangan lainnya coba anda imajinasikan sendiri mau menaruh beban/peralatan listrik apa saja di situ. Jika sudah, mari kita lanjutkan.

Setelah kita mengetahui peralatan-peralatan listrik apa saja yang berada di semua ruangan di atas, maka langkah selanjutnya adalah mengakumulasikan / menjumlahkan total daya/beban yang diperlukan di semua ruangan (rumah tersebut). Total daya tersebut nantinya akan kita gunakan sebagai dasar pertimbangan pembelian kWh Meter atau pun sumber listrik lainnya seperti Genset, Solar panel, dll.

Berikut adalah contoh total beban listrik maksimum yang berada di setiap ruangan pada rumah di atas. Agar lebih sederhana, saya tampilkan dalam bentuk tabel.


Tabel 1 : Contoh rincian dan total beban 1 rumah
Dari tabel di atas, bisa kita lihat bahwa dengan "Beban imajinasi" yang kita estimasikan, total daya seluruh ruangan (Bukan di luar ruangan), adalah 7399 Watt (7.399 kW). Sebagaimana yang saya katakan di atas, bahwa ini adalah beban maksimum, artinya kita akan menggunakan daya sekian besar hanya pada saat kita menyalakan semua peralatan listrik yang ada di dalam rumah kita, meski pada kenyataannya kita tidak selalu / jarang sekali menggunakan semua peralatan listrik yang ada di rumah kita secara bersamaan. Tapi kita tetap harus menyediakan Sumber daya listrik yang sesuai dengan kebutuhan beban maksimum kita untuk jaga-jaga agar ketika semua peralatan listrik kita gunakan, meteran kita tidak jegleg (Trip).

Pertanyaannya, setelah kita mengetahui beban total sekian, bagaimana cara memilih kWh meter / Sumber listrik yang sesuai?

2. Sumber Listrik PLN / Sumber Lainnya
  
Baik, begini. Biasanya, di papan pengumuman PLN, kapasitas daya listrik yang dijual PLN ke konsumen disebutkan dalam satuan VA (Volt Ampere), bukan dalam satuan Watt / kilo Watt.

Misal ni, 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, 4400, 5500 VA, 7700 VA, 11000 VA, 13900 VA dst... 
Bukannya, 450 Watt, 900 Watt dll..

Lantas bagaimana dong?

Gini, dalam dunia kelitrikan, dikenal 3 macam daya listrik, yakni :

1. Daya aktif (P)
2. Daya semu (S)
3. Daya reaktif (Q)

Penjelasan :
  1. Daya aktif adalah daya yang digunakan untuk melakukan energi yang sebenanrya, satuannya Watt. Daya ini lah yang kita jelaskan pada tabel di atas, yang akan menyalakan AC, kipas angin, lampu, dll. Rumus / Persamaanya untuk memperoleh daya aktif ini adalah sebagai berikut : ( P = V.I Cos Phi)
  2. Daya semu adalah daya yang disediakan oleh PLN, dan belum disalurkan ke beban. Faktor daya masih ideal = 1, Persamaanya sebagai berikut : ( S = V.I )
  3. Daya Reaktif adalah daya yang digunakan untuk membangkitkan medan magnetik pada beban-beban induktif, contoh nya motor. Persamaanya sebagai berikut : ( Q = V.I Sin Phi).
Keterangan :

P   = Daya aktif (Watt)
S   = Daya semu (VA)
Q  = Daya reaktif (Var)
V  = Tegangan (Volt)
I    = Arus listrik (Ampere)


Nah, daya dalam satuan VA yang disediakan oleh PLN adalah daya Semu, atau yang bersifat semu alias belum digunakan untuk menggerakan atau mengaktifkan beban listrik karena faktor daya masih dianggap ideal atau bernilai satu. Cosphi = 1.
Nah, kalau kita kembali pada tabel di atas, Daya total dalam satuan watt yang kita perlukan adalah 7399 Watt. lantas, apakah 7399 Watt itu sama dengan 7399 VA? Tidak. Beda.

Contoh :

Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total beban yang disiapkan pak Heri adalah 7399 Watt. Jika diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari PLN adalah 220 VAC, di mana faktor day beban adalah 0.9, Berapa VA kah kebutuhan daya kWh meter pak Heri ?

Pembahasan :

Langkah pertama adalah mencari besar arus yang kita butuhkan untuk mencover daya sebesar 7399 Watt. Caranya sebagai berikut :

Diketahui :

  1. Voltage / Tegangan 1 phase PLN  : 220 VAC
  2. Daya Total pak Heri                      : 7399 Watt
  3. Cos phi / Faktor Daya PLN           : 0.9
  4. Arus yang dibutuhkan                   : ?

Jawab :

Pada contoh soal di atas, kita sudah mendapatkan jawaban kebutuhan arus listrik maksimal yang dibutuhkan pak Heri  yakni sebesar 37.4 Ampere. Dengan nilai ini, kita bisa dengan mudah mengetahui berapa kebutuhan daya kWh meter kita sesuai list dari PLN.

Caranya adalah sebagai berikut : 


Maka, total daya yang kita butuhkan dari PLN adalah 8.228 VA. Nilai ini sudah bisa kita bawa ke kantor PLN terdekat untuk dijadikan acuan pembelian kWh meter. Sebagai referensi, berikut tabel daya listrik yang disediakan oleh PLN.

Tabel 2 : Besaran daya PLN ke konsumen
Pada tabel daya di atas, bisa kita pastikan bahwa dalam list tersebut PLN tidak menyediakan kWh meter dengan daya yang persis sama dengan total daya yang ada dalam rumah pak Heri. Jadi, bagaimana cara memilih daya agar sesuai dengan kebutuhan rumah tersebut?

Perhatikan tabel di bawah ini,

Tabel 3 : Memilih besaran daya PLN ke konsumen

Kalo kita perhatikan tabel yang saya marking merah, total daya pada rumah pak Heri terdapat pada pilihan daya antara no 8 dan no 9, dan juga pada no 14 dan 15. Tabel ini tentunya sudah baku dan kita tidak bisa meminta pihak PLN untuk menyediakan daya yang sama persis dengan total daya yang ada dalam rumah kita.

Jadi bagaimana?. Pilihannya adalah membeli yang di atas kebutuhan daya maksimal atau di sedikit di bawah daya maksimal yang kita butuhkan. Keputusan ada di tangan kita.

Jika kita ingin aman, dalam artian meskipun semua beban listrik yang ada dalam rumah kita menyala semua, dan jika kita ada kemungkinan untuk menambah peralatan listrik lagi di masa yang akan datang, agar kWh meter kita tidak akan trip / jegleg, maka kita pilih yang di atas 8828 VA.

Tapi jika kita merasa bahwa toh kita juga tidak akan menyalakan semua beban listrik secara bersamaan, maka silahkan pilih yang sedikit di bawah nya. Pilihan ada di tangan kita sebagai pemakai.

Lalu, apa perbedaan antara marking merah bagian atas (8 & 9) dengan marking merah bagian bawah (14 & 15)? Ini hanya tentang jumlah phase yang nantinya akan masuk ke rumah kita.

Coba perhatikan pada kolom ke 3 (Pembatasan MCB), kita akan menemukan bahwa marking merah yang pertama (8 & 9) tertulis 1x35 dan 1x50. Artinya, jika kita memilih pilihan daya ini maka PLN akan menyalurkan daya listrik ke rumah kita hanya 1 phase saja dengan besar arus maksimal pada MCB kWh meter adalah 35 dan 50 ampere. Juga nantinya hanya ada 2 utas kabel yang akan masuk ke kWh meter kita, yang terdiri dari phase dan netral.

Sedangkan jika kita memilih kolom 14 & 15, maka PLN akan menyalurkan daya listrik melalui 3 jalur phase yang berbeda. Dalam dunia kelistrikan, kita mengenal ini dengan istilah Phase R, Phase S, dan Phase T. Jadi nanti akan ada 4 kabel yang bakalan masuk ke rumah kita melalui kWh meter, yakni 3 kabel phase dan 1 kabel netral dengan besar arus yang sesuai pada tabel tersebut.

Lalu, mana yang lebih baik?

Kalau masalah mana yang lebih baik, akan kita bahas pada artikel yang terpisah ya.. hehe


3.Tools atau Alat Kerja yang dibutuhkan

Pekerjaan apapun yang akan kita lakukan, umumnya selalu membutuhkan alat. Begitupula dengan pekerjaan instalasi listrik. Ada beberapa alat kerja yang memang mutlak dibutuhkan untuk memperlancar pekerjaan kita. Berikut contohnya :

1. Tang Kombinasi

Tang kombinasi berfungsi setidaknya untuk 3 hal, pertama menjepit atau memegang objek, membengkokan dan memotong. Ke 3 fungsi ini lah yang membuat tang kombinasi menjadi favourite setiap teknisi yang suka melakukan pekerjaan instalasi karena mencakup 3 fungsi dalam 1 alat. Untuk instalasi listrik rumahan, sebaiknya kita gunakan tang kombinasi yang ukuran sedang atau kecil karena memang kabel yang akan kita potong, bengkokan dan jepit adalah kabel-kabel berpenampang kecil, misalnya NYA 0.75 mm, 1 mm, 1.5 mm, 2.5 mm dan 4 mm. Berikut contoh tang kombinasi yang biasanya digunakan teknisi.
Gambar 4 : Tang kombinasi
2. Test pen

Testpen juga merupakan salah satu tools wajibnya para teknisi listrik. Karena selain dapat digunakan untuk mengecek ada tidaknya tegangan dalam sebuah jaringan listrik, alat ini juga dapat digunakan sebagai obeng untuk membuka atau mengencangkan baut yang ukuran nya kecil. Kebanyakan testpen adalah yang mata minus. Tapi juga ada yang mata kombinasi. Sebaiknya kita membeli testpen yang mata kombinasi agar bisa digunakan untuk membuka baut kecil plus minus.

Gambar 5 : Tespen standard
3. Obeng kombinasi

Obeng kombinasi juga adalah tools yang harus ada saat kita sedang melakukan  instalasi kelistrikan. Kombinasi yang saya maksud di sini adalah terdiri dari 2 mata obeng. Ada yang plus dan ada sisi minus. bisa dibolak balik sesuai keperluan. Misal saat menemukan baut plus, kita gunakan sisi obeng plus, dan saat menemukan baut min, kita bisa menggunakan sisi obeng yang minus. 

Beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan obeng kombinasi misalnya, konek kabel pada MCB, membuka baut box mcb, box T-Dus, membuka dan memasang stopk kontak dan sakelar, dll.

Gambar 6 : Obeng kombinasi / ganda
4. Electrical tape / isolasi kabel

Islolasi kabel juga adalah bahan isloasi yang vital saat melakukan instalasi. Fungsi nya sangat erat kaitannya dengan safety. Saat melakukan penyambungan kabel, isolasi ini lah yang nantinya akan membungkus/menutup bagian kabel yang kawatnya kebuka. Simpelnya, isolasi befungsi menutup sambungan-sambungan kabel saat kita melakukan percabangan instalasi. Bisa kita bayangkan jika sehabis menyambung kabel kemudian kita biarkan terbuka tanpa diisolasi, ada beberapa bahaya yang bisa terjadi misalnya dapat membuat orang kesetrum, bisa menyebabkan short / korslet / hubung singkat, dll.

Gambar 7 : Electrical Tape
5. Cutter / Silet

Buat apa cutter kalo sudah ada tang? Hehe, memang benar, kalo kita sudah punya tang maka urusan potong memotong kabel bisa dilakukan dengan menggunakan tang. Tapi bentar dulu sob, tidak selamanya urusan kabel bisa dikerjakan hanya dengan menggunakan tang.

Menurut pengalaman saya pribadi, cutter sangat berguna saat kita hendak mengupas kulit kabel. Bisanya saat kita hendak mengkonek atau menyambung kabel, maka bagian ujung kabel harus kita kupas kan agar kawatnya kebuka. Nah, di situlah peran alat yang namanya cutter ini. Dengan mata cutter yang tajam, kita bisa dengan mudah membelah isolasi kabel yang keras agar kawat kabel bagian ujung kebuka.

Gambar 8 : Cutter / Silet

4. Komonen-komponen instalasi

Setelah kita memiliki Tools instalsi seperti pada point no 3 di atas, maka selanjutnya adalah komponen-komponen utama dan pendukung instalasi listrik kita. Berikut saya bahas satu per satu.

1. MCB 1 phase + Box nya

MCB adalah singkatan dari Miniature Circuit Breaker. Fungsi nya yakni sebagai pengaman arus berlebih atau pembatas arus. MCB juga bisa dikatakan sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah-rumah kita. Sebagai contoh, jika kita memiliki kWh dengan daya 1300 VA, maka PLN akan membatasi arus yang masuk ke rumah kita maksimal adalah 6 Ampere (Tabel point no 2). Jika lebih dari 6 Ampere, maka daya yang kita terima juga otomatis akan lebih dari 1300 VA, dan itu tidak akan mungkin terjad kecuali anda mencuri listrik.

 
Gambar 9 : MCB 6A, single phase with Box


2. T Dus

Berikutnya adalah T dus. Komponen ini berfungsi sebagai tempat/rumahan percabangan kabel. Setelah kita mengupas dan menyambung kabel, baik seri maupun paralel, maka sambungan tadi kita masukan ke dalam T dus ini. Tujuannya agar instalasi menjadi lebih rapi, aman, dan memudahkan saat melakukan perawatan atau perbaikan instalasi. T dus ini biasanya kita letakan di atas plafon, disambung dengan pipa conduit.

Gambar 10 : T-Dus
3. Pipa Conduit dan fitting-fitting nya

Pipa conduit digunakan sebagai pelindung kabel. Jadi kabel instalasi yang ada dalam rumah kita harusnya tidak hanya tarikan kabel begitu saja, akan tetapi masuk dalam pipa conduit. Kenapa kita perlu pipa conduit? Sebenarnya ada beberapa fungsinya. Misalkan untuk mengamankan kabel dari serangan tikus, menghindari potensi short yang dapat menyebabkan kebakaran, merapikan instalasi dll.


Gambar 11 : Pipa Conduit Kabel

4. Kabel

Kabel adalah komponen instalasi terpenting. Kabel lah yang nantinya akan menghantarkan daya listrik dari sumber PLN ke beban-beban listrik dalam rumah kita. Lantas bagaimanakah cara memilih kabel yang sesuai dengan kebutuhan kita? Berikut adalah tabel KHA (Kapasitas daya hantar arus) yang sesuai dengan luas penampang kabel yang kita miliki. Data ini adalah dari PLN yang sudah distandard kan. Atau biasa kita kenal dengan istilah SPLN (Standard Perusahaan Listrik Negara).

Tabel 4 : Tabel KHA SPLN

Pada tabel di atas, kita ambil contoh untuk kabel dengan luas penampang 1.5 mm. Arus maksimum yang boleh mengalir secara terus menerus pada kabel tersebut sebesar 18 Ampere. Artinya jika sudah sama dengan atau lebih dari 18 Ampere, maka kabel 1.5 mm tersebut bisa saja sangat panas bahkan terbakar. Adapaun pengenal gawai proteksi seperti MCB, fuse/sekring, MCCB, ELCB dll. Adalah maksimum 10 Ampere. Artinya, jika rumah kita menggunakan instalasi dengan kabel 1.5 mm, maka MCB yang kita gunakan baik di kWh meter maupun di dalam rumah harus maksimum 10 Ampere. Ini untuk memastikan agar kabel kita jangan sampai panas yang mengakibatkan bahaya kebakaran.

Meski pada akhirnya kita tidak bisa hanya berpatokan pada KHA di atas karena hal ini juga sangat tergantung dengan media tempat kabel tersebut berada. Misalnya KHA kabel 1.5 mm yang ditarik di udara bisa berbeda dengan jika kabel tersebut berada di tanah (underground).

Akan tetapi untuk kasus kita kali ini yang mana kita akan melakukan instalasi di dalam rumah, maka tabel KHA di atas sudah cukup sebagai pedoman.

5. Switch / Sakelar

Komponen selanjutnya adalah Switch. Untuk kalangan awam, kata switch tentu tidak populer. Kita biasa menyebutnya dengan istilah sakelar. Fungsi switch sangatlah vital. Komponen 1 ini berguna untuk menyambung dan memutuskan aliran arus listrik dengan mudah. Kita bisa menghidupkan dan mematikan lampu-lampu di rumah kita karena bantuan dari switch ini. Berikut contoh gambarnya.


Gambar 12 : Sakelar Tunggal

6. Stop Kontak

Pada dasarnya, Stop kontak memiliki fungsi yang sama dengan switch, tapi pada penggunaan yang berbeda. switch memutus aliran daya ke beban-beban yang butuh dihidupkan dan dimatikan secara cepat dan mudah (contoh lampu), dan biasanya hanya dilewati oleh phase saja atau netral saja, sedangkan kalau stop kontak digunakan sebagai sumber untuk peralatan-peralatan elektronik yang membutuhkan daya 1 phase untuk menghidupkannya, contoh TV, Radio, Kulkas, Charge HP, Setrika, Rice Cooker, dll.

Stop kontak mutlak ada dalam system instalasi rumah kita. Tanpa komponen yang 1 ini maka kita akan sangat sulit untuk menyalakan peralatan-peralatan elektronik yang kita miliki di rumah.


Gambar 13 : Stop kontak dinding


Gambar 14 : Stop kontak portable

Kalau kita perhatikan ke dua gambar di atas, kita melihat 2 buah stop kontak dengan model yang berbeda. Stop kontak yang pertama (Stop kontak dinding) adalah stop kontak yang bersifat fixed instalation (tetap). Posisinya biasanya nempel di dinding dan berdekatan dengan sakelar.

Sedangkan gambar yang ke dua adalah stop kontak portable yang bisa kita pindah-pindah posisinya. Kenapa kita perlu stop kontak portable? Karena biasanya instalasi rumah kita hanya memiliki beberapa fixed stop kontak, sedangkan kita punyabanyak peralatan elektronik. Kita butuh stop kontak dengan banyak mata terminal agar mencukupi kebutuhan kita.

7. Lampu-lanpu + Fitting

Terakhir adalah lampu-lampu. Membuat instalasi tanpa adanya lampu tentu adalah hal yang tidak masuk akal. Lampu menajdi bagian paling penting dari seluruh peralatan elektronik yang harus ada dalam rumah kita. kecuali anda adalah burung hantu yang suka beraktivitas dalam kegelapan haha.

Ada banyak jenis dan model lampu yang umum dipakai di indonesia. Pemilihannya sangat terserah kepada kita sebagai pemilik rumah, dengan catatan sesuai dengan kebutuhan dan daya yang kita miliki di rumah. Di zaman yang makin maju, opsi lampu-lampu semakin beragam, namun arahnya lebih ke lampu hemat energi (LED). Lampu halogen cenderung ditinggalkan karena sifat dasarnya yang memang boros daya. Lampu LED dan halogen tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Akan tetapi yang saya perhatikan, orang-orang zaman modern cenderung lebih memilih sesuatu yang lebih ekonomis (hemat).

Terdapat banyak model fitting lampu di pasaran. Bentuk dan kualitas biasanya tergantung harga. Jika anda menginginkan fitting lampu yang bagus dan terlihat indah, maka anda perlu sedikit dana lebih.


Gambar 15 : Lampu LED model bohlamp

Gambar 16 : Lampu LED TL

Gambar 17 : Fitting Standard


8. Peralatan pendukung lainnya (Safety belt, Paku, Palu, Tangga,dll)

Peralatan-peralatan pendukung kita butuhkan untuk mempermudah dan meperlancar pekerjaan instalasi kita. Karena pekerjaan instalasi berkaitan dengan naik turun di dalam rumah, maka kita mungkin perlu menggunakan body harness untuk keamanan diri sendiri. Terutama bagi anda yang punya rumah besar dan tinggi. Tidak ada salahnya. Namun jika itu memberatkan dan menyulitkan dalam proses instalasi, maka semua kambali kepada keputusan anda sendiri. Tangga juga sangat kita butuhkan. Tidak ada aturan tentang tangga seperti apa yang harus kita gunakan. Intinya sesuai kebutuhan dan mampu menahan berat badan kita. Begitupun paku, palu dll.


4. Proses Instalasi Listrik


Baiklah, akhirnya setelah membahas satu persatu alat dan komponen yang kita butuhkan, bagian terakhir artikel ini dalah proses instalasi listrik sesuai denah rumah PAK HERI di atas (Gambar 2).

Gambar 18 : Denah Rumah contoh

Setelah layout rumah pak Heri pada gambar 18 di atas kita sederhanakan kemudian lengkap dengan design single line instalasi kelistrikannya, maka gambar layout di atas akan menjadi seperti ini.


Gambar 19 : Denah rumah lengkap dengan Instalasi listrik

Berikut ini tabel keterangan untuk Symbol-symbol pada instalasi di atas.

Tabel 5 : Keterangan Symbol Instalasi

Baiklah, mari kita lihat gambar instalasi pada gambar 19. Saya marking per bagian instalasi agar kita lebih mudah memahaminya. Perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 20 : Detil Rangkaian Instalasi

1. MARKING A

Kita mulai dengan bagian marking A. Blok ini kita namai dengan blok sumber (Source), karena merupakan permulaan dari rangkaian yang telah kita buat. Sumber di sini dalah dari PLN. Kemudian pada blok ini juga terdapat kWh meter (gambar persegi hitam putih) dengan besar daya 7700 Volt Ampere (VA), 1 phase 220 Volt AC, 35 Ampere. Output dari kWh meter ini menggunakan 3 utas kabel NYA 3x6 mm dengan kapasitas arus maksimum 44 Ampere sesuai dengan tabel KHA SPLN pada tabel no 4. Berikut ini bentuk real dari kWh meter beserta output kabelnya.

Gambar 21 : Koneksi input dan output pada kWh meter prabayar
Jadi, sesuai keterangan warna kabel pada tabel 5, kabel yang masuk ke rumah pak Heri setelah kWh meter 7700 VA sejumlah 3 utas kabel NYA dengan ukuran 3x6 mm. Yang mana, kabel warna biru adala sebagai kabel Phase/Line (kabel yang dialiri arus listrik/bertegangan), Warna hitam adalah Neutral (bagian yang tidak bertegangan), dan warna kuning adalah Grounding PE. Fungsi grounding adalah sebagai proteksi peralatan elektronik baik saat terjadi kebocoran arus maupun saat terjadi petir.

Sedangkan kabel dari PLN terdiri dari 2 utas kabel twisted warna hitam. Phase nya ditandai dengan sebuah garis timbul pada kabelnya, sedangkan neutral biasanya polos.

2. MARKING B

Selanjutnya kita perhatikan gambar pada marking B. Di situ terdiri dari sebuah sakelar tunggal, 1 buah stop kontak dan 1 buah lampu. Coba perhatikan lagi tabel 1 di atas. Pada ruangan ini, terdapat lampu dengan besar daya 32 Watt dan telepone 10 Watt. Itu artinya, lampu yang terdapat pada ruangan ini besarnya adalah 32 watt, dan stop kontak tersebut akan digunakan oleh pak Heri sebagai sumber untuk telepone 10 Watt nya. Secara fisik, berikut cara kita memasang/mengkonek kabel pada sakelar dan stop kontak tersebut.


Gambar 22 : Koneksi kabel Stop kontak dan sakelar yang berdampingan

3. MARKING C

Pada Marking C, koneksi nya sama dengan marking B. Adapun jumlah beban pada ruangan ini bisa dilihat pada tabel 1.

4. MARKING D

Pada Marking D, koneksi nya sama dengan marking B. Adapun jumlah beban pada ruangan ini bisa dilihat pada tabel 1.

5. MARKING E

Pada marking E, hanya terdapat sebuah sakelar dan sebuah lampu, maka gambar instalasinya seperti berikut ini.


Gambar 23 : Koneksi sakelar tunggal tanpa stop kontak


6. MARKING F

Pada marking F, posisi sakelar dan stop kontak terpisah / berjauhan. Oleh karena itu gambar instalasinya pun berbeda posisi dengan marking B. Meski begitu, pada dasarnya sama saja. Berikut gambarnya.

Gambar 22 : Koneksi kabel Stop kontak dan sakelar yang terpisah


7. MARKING G

Sama dengan marking E, hanya terdiri dari dari 1 buah sakelar dan lampu. 

8. MARKING H

Sama dengan marking E, hanya terdiri dari dari 1 buah sakelar dan lampu.

9. MARKING I

Sama dengan marking E, hanya terdiri dari dari 1 buah sakelar dan lampu.

2. MARKING J

Sama dengan marking B dengan jumlah beban yang sesuai dengan tabel no 1 di atas.

Baiklah para pembaca yang baik. Sekian dulu artikel saya kali ini. Cukup panjang dan membuat saya kurang fokus sampai akhir. Pastinya banyak kekeliruan dan hal-hal yang masih kurang tepat. Oleh karena itu mohon koreksinya di komentar ya. Smeoga bermanfaat dan wasalam..

7 comments for "Langkah - langkah Instalasi / pemasagan listrik di rumah sendiri - terbaru"

  1. Assalamuallaikum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Wira. Bang, saya mau tanya nih. Apakah bisa menggunakan Kabel Twist 10mm untuk mengalirkan listrik dari instalasi listrik rumah ke instlasi listrik untuk lampu taman? Jadi maksud saya begini, digunakan sebuah kabel Twist 10mm untuk kelistrikan lampu taman yang mana kabel Twist 10mm tersebut disambungkan ke kabel lisrik instalasi rumah. Apakah bisa bang?

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumussalam wir,, sory tlat bls hep. Twisted 10 mm buat lampu taman, ambil dari dalam rumah, bisa lah, knp gk.

    Cuman yg perlu diperhatikan, kabel twisted kan AL ya, sdangkan kabel stelah KWH meter, yg masuk ke dalam rumah kita biasanya tembaga NYA.

    Usahakan pake MCB, jangan langsung ktmu kondukor tembaga dan aluminium. Pngalaman saya, aluminium langsung joint dengan tembaga kurang bagus.

    ReplyDelete
  3. Saran saya gni. Joint kabel NYA (luas penampang sesuaikan dengan beban di taman), dari main line stelah kwh meter. Kemudian kabel joint an tsb masuk ke MCB incoming, baru dah konek kabel twisted nya di outgoinh mcb.

    ReplyDelete
  4. Kalau pakai MCB berarti bisa ya bang. Terus untuk negatif kabel twist gimana bang? Sambung pungtir langsung ya ke kabel NYA?

    ReplyDelete
  5. Kalau pakai MCB berarti bisa ya bang? Terus untuk negatif kabel twist gimana bang? Sambung puntir langsung ya ke kabel NYA? Gak perlu pakai MCB juga kan?

    ReplyDelete
  6. Kalau pakai MCB berarti bisa ya bang? Terus untuk negatif kabel twist gimana bang? Sambung puntir langsung ya ke kabel NYA? Gak perlu pakai MCB juga kan?

    ReplyDelete
  7. Iya bis. Netral nya sambung langsung gk papa, sambung yg bagus. Tpi kalo mau lebih bagus, pake MCB 3 phase, supaya netralnya jg bsa lewat mcb

    ReplyDelete

Berlangganan via Email