Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

(Updated 2021) 1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?

Pertanyaan ini sering saya amati baik secara langsung maupun dari media sosial. Tentang apakah 1 pompa air bisa digunakan oleh 2 rumah yang berbeda?

Baca juga : Apa itu MCB dan bagaimana cara kerjanya?

(Updated 2021) 1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?

Tidak dipungkiri, dalam hidup bermasyarakat, kita tidak akan lepas dari yang namanya tetangga, baik tetangga langsung (keluarga) maupun  tidak langsung (orang lain).

Dalam kondisi seperti itu, dengan berbagai alasan kita kadang harus berbagi fasilitas, salah satunya pompa air.

Baca juga : Macam-macam sambungan pipa air PVC dan fungsinya

Nah, bisa nggak sih 1 unit pompa air digunakan oleh 2 rumah?

Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya tergantung. Artinya pertanyaan bisa atau tidaknya ini ditinjau dari sisi mana?

Jika pertanyaan ini ditinjau dari sisi kelistrikan maka jawabannya adalah BISA. Artinya jika kita ingin menggunakan satu unit pompa, tapi dinyalakan dari 2 rumah dengan sumber listrik yang berbeda itu bisa.

Bagaimana caranya? Silahkan dibaca sampai akhir.

Baca juga : Listrik di rumah spaning (redup), tapi kok tetangga enggak?

Cara agar 1 unit pompa air bisa dinyalakan dari 2 rumah yang berbeda

Untuk kasus ini, ada beberapa teknik instalasi yang bisa kita gunakan. Saya bahas pada 3 artikel yang berbeda yakni :

  1. Instalasi menggunakan sakelar tunggal/MCB (paralel langsung)
  2. Instalasi menggunakan sakelar tukar
  3. Instalasi menggunakan kontaktor

Pada artikel ini, saya akan menjelaskan teknik instalasi yang pertama yakni dengan cara paralel langsung.

Adapun untuk cara yang ke 2 dan ke 3 silahkan langsung klik link tersebut.

Untuk cara yang pertama (paralel langsung), ada satu syarat yang mutlak harus dipenuhi yakni :

Phase (sumber) nya harus Sama!

Iya, dalam kasus yang kita bahas ini, untuk membuat pompa bekerja dari 2 rumah yang berbeda, listrik yang digunakan di 2 rumah tersebut harus memiliki phase yang sama. 

Sebagaimana yang kita ketahui, PLN mendistribusikan daya listrik ke masyarakat melalui 4 utas kabel yang berbeda. 3 buah kabel phase yang biasanya disimbolkan dengan phase R S dan T, dan 1 buah kabel netral dengan simbol N.

Terkadang, phase yang masuk ke rumah-rumah penduduk itu berbeda. Sebagai contoh, pada rumah A, phase yang masuk ke KWH meter adalah phase R, ke rumah B adalah S dan ke rumah C adalah T.

Baca juga : Jalur pembuangan mesin cuci bocor? Ini penyebab dan solusinya

Kenapa phase-phase yang masuk ke rumah-rumah pelanggan dibedakan? Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan beban pada pembangkit. Tidak mungkin, dalam sebuah desa/dusun/kecamatan, PLN hanya mendistribusikan listrik melalui 1 atau 2 phase saja, karena itu akan menyebabkan ketidakseimbangan beban yang bisa mengakibatkan gangguan pada sistem kelistrikan.

Oleh karena itulah, maka phase-phase yang masuk ke rumah-rumah kita disesuaikan oleh PLN.

Nah, kembali ke kasus di atas, jika kita ingin menyalakan 1 buah pompa dari 2 rumah yang berbeda, maka kita harus memastikan bahwa phase yang masuk di rumah A dan B adalah phase yang sama. Jika di rumah A adalah phase R maka di rumah B pun harus phase R, begitu seterusnya untuk Phase S dan T.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui apakah phase tersebut sama atau tidak?

Caranya sebenarnya gampang-gampang susah. Ini menjadi susah karena posisi kabel biasanya di atas rumah.

Cara melihat phase pada kWh meter

1 buah Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?
Skema 1

Coba perhatikan kabel PLN yang mengarah ke rumah anda dan rumah tetangga yang akan jadi kawan 1 pompa air. Jika kabel yang masuk ke KWH meter anda berasal dari kabel yang sama seperti gambar di atas, maka anda bisa menyalakan pompa air dari rumah anda dan rumah tetangga. Entah itu phase R S atupun T.

Akan tetapi jika kabel yang datang adalah seperti gambar di bawah, maka kita tidak bisa dan tidak boleh memakai pompa melalui 2 sumber yang berbeda dalam hal ini rumah A dan B.

Skema 2

Dalam kondisi-kondisi tertentu, kabel yang datang dari PLN ada 4 sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Setiap rumah memperoleh daya listrik dari phase yang berbeda. Contoh seperti gambar skema 2 di atas. Rumah A disuply dari phase R-N sedangkan rumah B disuply dari T-N. 

Saat kita ingin menyalakan pompa air dari 2 rumah yang berbeda, sebenarnya itu artinya kita akan memparalel 2 buah sumber phase. Jika kondisinya seperti gambar skema 1, maka paralel bisa dilakukan karena memang berasal dari phase yang sama.

Tapi jika kondisinya seperti gambar skema 2, maka paralel tidak boleh kita lakukan karena akan menyebabkan short circuit atau bahasa awam nya KORSLET! akan terjadi short phase to phase, itu sangat berbahaya.

Instalasi menggunakan sakelar tunggal/MCB (paralel langsung)

Berikut ini skema instalasi 1 pompa untuk 2 rumah menggunakan sakelar tunggal (paralel langsung).

1 buah Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?
Skema 3

Prinsipnya seperti gambar di atas. Meskipun KWH A dan B berbeda, tapi sumber nya berasal dari phase yang sama yakni phase R. Sehingga tidak menjadi masalah meskipun kita paralel dalam kondisi sama-sama ON.

Akan berbeda ceritanya jika gambar Skema 2 di atas kita perlakukan seperti skema 3, maka pada saat sakelar/MCB rumah A dan B sama-sama dalam posisi hidup, maka akan terjadi short atau hubung singkat.

Teknik instalasi ini terkesan mudah dan minim biaya, tapi memiliki kelemahan yakni saat rumah A menyalakan pompa, maka rumah B tidak akan bisa mematikan pompa. Jadi yang bertugas untuk mematikan pompa adalah rumah yang menyalakan pompa tersebut.

Satu lagi, untuk mengaplikasikan cara di atas, HARUS menggunakan sakelar atau MCB. JANGAN pernah menggunakan stop kontak (Colokan) untuk paralel pompa dari 2 rumah berbeda. Meskipun ke 2 rumah tersebut memiliki fase yang sama. 

Kenapa demikian? karena kebiasaan kita mencolok listrik kadang bolak balik. Jika rumah A dan B memasang colokan dalam posisi berbeda phase dan netralnya, maka akan terjadi short.

Sekian artikel kali ini dan selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Silahkan lanjut ke teknik instalasi yang ke 2 dan 3.

Khaddavi Al-Fatih
Khaddavi Al-Fatih Di balik rutinitas sehari-hari, saya usahakan tetap aktif ngeblog dan sharing hal-hal yang saya pahami khususnya tentang kelistrikan. Harapannya apa yang saya tulis di blog ini, dengan segala kekuranganya, bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon bantu dishare pada tombol BERBAGI di bawah ya... Terimakasih...

3 komentar untuk "(Updated 2021) 1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Teman saya pernah melakukan modifikasi diatas hanya dengan menggunakan satu relay 2 switch (8 pin) untuk pompa 1 phase 220V AC, tanpa harus melihat apakah phase kabel suplai-tegangannya sama atau tidak. Prinsipnya kira2 spt ini: rumah pertama seperti pemakaian normal saja yaitu jika saklar pompa-air on maka pompa akan jalan menggunakan sumber tegangan PLN rumahnya. Relay tidak ada tegangan pada magnet penggeraknya atau relay off. Sedangkan untuk rumah kedua, pada saat saklar pompa-air rumah kedua on maka relay kondisi on dan memindahkan 2 jalur switch relay sehingga jalur kabel (+) dan jalur kabel (-) keduanya berpindah menjadi ke sumber tegangan PLN rumah kedua.
    Untuk rangkaian listriknya saya perlu menanyakan lagi ke teman saya tersebut.

    BalasHapus
  3. Iya mas Iwan, kalo pake relay atau kontaktor memang bisa meski beda phase. Hanya saja artikel ini memang saya tjukan buat orang awam, yg tdk paham sistem kontrol secara detil.

    Kasarnya, yg tdk btuh ilmu mendalan utk melakukanya. Tinggal sambung dan colok.

    BalasHapus