Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adsense utama

(Updated 2021) 1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?

Pertanyaan ini sering saya amati baik secara langsung maupun dari media sosial / kolom pencarian google.

1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?

Memang tidak bisa dipungkiri, saat kita hidup bermasyarakat, kita tidak akan bisa lepas dari yang namanya tetangga, baik tetangga langsung (keluarga) maupun orang lain yang memang berdekatan rumah dengan kita.

Dalam kondisi-kondisi seperti itu, terkadang kita diharuskan untuk berbagi fasilitas karena alasan-alasan tertentu, salah satu contoh misalkan seperti judul di atas, bisa gak ya, sebuah pompa air pada sebuah sumur kita gunakan ber 2 dengan tetangga? 

Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya tergantung ya. Tergantung gimana? Ya tergantung bisa nya dari sisi mana yang dimaksud.

  1. Dilihat dari sisi mampu tidaknya, sebuah pompa air jelas sangat mampu jika digunakan untuk melayani kebutuhan 2 buah tandon air pada 2 rumah yang berbeda, tapi tetap harus memperhatikan head / kapasitas pompa tersebut.
  2. Dari sisi instalasi perpipaan, tentu hal ini amat sangat mudah. Output pompa yang telah dipasang tinggal dikasih percabangan, satu ke rumah A dan satu nya lagi ke rumah B.
  3. Dari sisi sistem otomatisasi, jelas ini sangat bisa. Dengan adanya kontrol pressure pada pompa-pompa masa kini, jangankan hanya dua rumah, 10 rumah pun bisa dilayanai dengan syarat kapasitas pompa air nya mencukupi. Hanya dengan membuka dan menutup keran/valve, maka pompa akan mati dan hidup dengan secara otomatis. 
  4. Dari sisi kelistrikan?? Bagaimana jika pompa kita tidak dilengkapi dengan sistem otomastis, yang mana untuk menghidupkan dan mematikan harus melalui sakelar atau stop kontak? Nah ini dia yang akan kita bahas kali ini. Jawabannya bisa iya bisa tidak, tergantung kondisi.

BAGAIMANA 1 BUAH POMPA AIR BISA DINYALAKAN DARI 2 RUMAH YANG BERBEDA? 

Untuk kasus ini, ada beberapa metode/teknik instalasi yang bisa kita gunakan. Untuk orang-orang yang memang bergelut di bidang kelistrikan, hal ini mungkin jadi masalah sepele, tapi bagi kita yang awam, ini tentu menyulitkan. Cara tersebut misalkan :

Selain itu, ada SYARAT UTAMA yang harus terpenuhi untuk menerapkan metode ini. Apa itu?

Phase nya harus Sama!

Iya, dalam kasus yang kita bahas ini, untuk membuat pompa bekerja dari 2 rumah yang berbeda, listrik yang digunakan di 2 rumah tersebut harus memiliki phase yang sama. 

Sebagaimana yang kita ketahui, PLN mendistribusikan daya listrik ke masyarakat melalui 4 utas kabel yang berbeda. 3 buah kabel phase yang biasanya disimbolkan dengan phase R S dan T, dan 1 buah kabel netral dengan simbol N.

Terkadang, phase yang masuk ke rumah-rumah penduduk itu berbeda. Sebagai contoh, pada rumah A, phase yang masuk ke KWH meter adalah phase R, ke rumah B adalah S dan ke rumah C adalah T.

Kenapa phase-phase yang masuk ke rumah-rumah pelanggan dibedakan? Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan beban pada pembangkit. Tidak mungkin, dalam sebuah desa/dusun/kecamatan, PLN hanya mendistribusikan listrik melalui 1 atau 2 phase saja, karena itu akan menyebabkan ketidakseimbangan beban yang bisa mengakibatkan gangguan pada sistem kelistrikan.

Oleh karena itulah, maka phase-phase yang masuk ke rumah-rumah kita disesuaikan oleh PLN.

Nah, kembali ke kasus di atas, jika kita ingin menyalakan 1 buah pompa dari 2 rumah yang berbeda, maka kita harus memastikan bahwa phase yang masuk di rumah A dan B adalah phase yang sama. Jika di rumah A adalah phase R maka di rumah B pun harus phase R, begitu seterusnya untuk Phase S dan T.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui apakah phase tersebut sama atau tidak?

Caranya sebenanrya gampang-gampang susah. Ini menjadi susah karena posisi kabel biasanya di atas rumah.

CARA MELIHAT PHASE KE KWH METER

1 buah Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?
Skema 1

Coba perhatikan kabel PLN yang mengarah ke rumah anda dan rumah tetangga yang akan jadi kawan 1 pompa air. Jika kabel yang masuk ke KWH meter anda berasal dari kabel yang sama seperti gambar di atas, maka anda bisa menyalakan pompa air dari rumah anda dan rumah tetangga. Entah itu phase R S atupun T.

Akan tetapi jika kabel yang datang adalah seperti gambar di bawah, maka kita tidak bisa dan tidak boleh memakai pompa melalui 2 sumber yang berbeda dalam hal ini rumah A dan B.

Skema 2

Dalam kondisi-kondisi tertentu, kabel yang datang dari PLN ada 4 sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Setiap rumah memperoleh daya listrik dari phase yang berbeda. Contoh seperti gambar skema 2 di atas. Rumah A disuply dari phase R-N sedangkan rumah B disuply dari T-N. 

Saat kita ingin menyalakan pompa air dari 2 rumah yang berbeda, sebenarnya itu artinya kita akan memparalel 2 buah sumber phase. Jika kondisinya seperti gambar skema 1, maka paralel bisa dilakukan karena memang berasal dari phase yang sama.

Tapi jika kondisinya seperti gambar skema 2, maka paralel tidak boleh kita lakukan karena akan menyebabkan short circuit atau bahasa awam nya KORSLET! akan terjadi short phase to phase, itu sangat berbahaya.

Memang sih, meskipun phase nya berbeda, ada cara agar pompa tetap bisa diparalel. Yakni dengan menambahkan switch/MCB di masing-masing rumah, artinya jika switch/MCB pada rumah A sedang menyalakan pompa, maka switch/MCB pada rumah B harus pada posisi Off agar tidak terjadi korsletting.

Akan tetapi pada kenyataanya, akan ada saat di mana rumah A dan B akan menyalakan switch/MCB secara bersamaan, itu pasti, dan di saat itulah korslet akan terjadi.

Sekarang paham ya, kenapa syarat di atas HARUS kita perhatikan.

Lantas bagaimana cara instalasi 1 pompa dengan 2 sumber berbeda?

CARA INSTAL POMPA DENGAN 2 SUMBER LISTRIK YANG BERBEDA MENGGUNAKAN SAKELAR TUNGGAL / MCB

Perharikan gambar berikut.

1 buah Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?
Skema 3

Prinsip menyalakan pompa dari 2 rumah / sumber yang berbeda sebenrnya seperti gambar di atas. Meskipun KWH A dan B berbeda, tapi sumber nya berasal dari phase yang sama yakni phase R. Sehingga tidak menjadi masalah meskipun kita paralel dalam kondisi sama-sama ON.

Akan berbeda kisahnya jika gambar Skema 2 di atas kita perlakukan seperti skema 3, maka pada saat sakelar/MCB rumah A dan B sama-sama dalam posisi hidup, maka akan terjadi korslet atau hubung singkat.

Hanya saja, teknik instalasi seperti ini sudah kuno. Instalasi seperti ini sudah jarang digunakan karena memiliki kelemahan. Apa itu? Saat rumah A menyalakan pompa, maka pompa tidak akan bisa dimatikan melalui rumah B. Begitupun sebaliknya.

Jadi yang bertugas untuk mematikan pompa adalah rumah yang menyalakan pompa tersebut, hehe. Agak ribet juga ya. 

Untuk mengatasi masalah ini, bisa kita akalin dengan menggunakan sakelar tukar / sakelar hotel.

Baca juga : Cara memasang 1 pompa untuk 2 rumah pake sakelar tukar

Selain dengan sakelar tukar, saat ini, dengan sistem kontrol tertentu, kita juga  bisa menyalakan dan mematikan pompa dari rumah mana 1 dan 2. Untuk kasus ini, kita bisa pake sebuah alat bernama kontaktor. Prinsip kerja alat ini sudah pernah saya bahasi artikel berikut.

Baca juga : Prinsip kerja kontaktor

Satu lagi, untuk mengaplikasikan cara di atas, HARUS menggunakan MCB atau sakelar. JANGAN pernah menggunakan stop kontak (Colokan) untuk paralel pompa dari 2 rumah berbeda. Meskipun ke 2 rumah tersebut memiliki fase yang sama. 

Kenapa demikian? karena kebiasaan kita mencolok listrik kadang kebalik. Jika rumah A dan B memasang colokan dalam posisi berbeda phase dan netralnya, maka akan terjadi short.

Sekian artikel kali ini dan selamat mencoba bagi anda yang saat ini pengen melakukan hal di atas.

Ingat selalu safety first, dan good luck!

Khaddavi Al-Fatih
Khaddavi Al-Fatih Mulai kenal dunia blogging pada tahun 2008, dan aktif menulis sejak 2015 hingga sekarang. Saya banyak mendapat ilmu kelistrikan sejak bekerja di industri. Itulah sebabnya fokus artikel pada blog ini lebih mengarah tentang kelistrikan. Saya yakin banyak kekurangan, baik dari kedalaman materi maupun penulisan, oleh karena itu saya mohon bantuan para pembaca untuk memberi masukan positif agar blog ini bisa terus berkembang. Silahkan dishare pada tombol share di bawah jika menurut anda artikel ini bermanfaat. Terimaksih banyak atas kunjungannya dan selamat membaca..

3 comments for "(Updated 2021) 1 unit Pompa air untuk 2 rumah, bisa kah?"

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Teman saya pernah melakukan modifikasi diatas hanya dengan menggunakan satu relay 2 switch (8 pin) untuk pompa 1 phase 220V AC, tanpa harus melihat apakah phase kabel suplai-tegangannya sama atau tidak. Prinsipnya kira2 spt ini: rumah pertama seperti pemakaian normal saja yaitu jika saklar pompa-air on maka pompa akan jalan menggunakan sumber tegangan PLN rumahnya. Relay tidak ada tegangan pada magnet penggeraknya atau relay off. Sedangkan untuk rumah kedua, pada saat saklar pompa-air rumah kedua on maka relay kondisi on dan memindahkan 2 jalur switch relay sehingga jalur kabel (+) dan jalur kabel (-) keduanya berpindah menjadi ke sumber tegangan PLN rumah kedua.
    Untuk rangkaian listriknya saya perlu menanyakan lagi ke teman saya tersebut.

    ReplyDelete
  3. Iya mas Iwan, kalo pake relay atau kontaktor memang bisa meski beda phase. Hanya saja artikel ini memang saya tjukan buat orang awam, yg tdk paham sistem kontrol secara detil.

    Kasarnya, yg tdk btuh ilmu mendalan utk melakukanya. Tinggal sambung dan colok.

    ReplyDelete