Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adsense utama

Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!

Pernah nggak anda mengalami pompa air cepat panas kemudian mati, lalu beberapa saat setelah temperatur turun (dingin) kemudian hidup kembali, kemudian panas dan mati lagi, begitu terus. Ini sebenanrya adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang sering terjadi pada pompa air, terutama pompa air kecil rumahan seperti Shimizu, Sanyo dll. Kok tau? hehe, iya soalnya saya sering pernah ngalamin.

Hal ini pastinya sangat mengganggu, apalagi ketika kita butuh banget segera menampung air untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, eh pompa nya malah hidup mati, hidup mati. Kapan dapat airnya? hee

Jadi sebenanrya apa penyebabnya?

Penyebab pompa air sering hidup mati sendiri

Jadi, pompa air kita sebenarnya terdiri dari bebebarapa bagian, salah satu bagiannya bernama motor listrik. Untuk pompa air yang kecil, motor listrik nya biasanya menggunakan motor listrik kapasitas daya kecil (1 phase), dan untuk pompa air berkapasitas besar biasanya menggunakan motor listrik 3 phase, contohnya pada pompa air sumur bor (Summersible pump). Pada artikel kali ini, kita hanya akan membahas tentang motor listrik kapasitas kecil skala rumahan seperti Sanyo, shimizu dkk.

Pada motor listrik ini, terdiri dari 2 bagian utama, yakni stator dan rotor. Bagian yang diam bernama stator, dan bagian yang bergerak, yang terpasang pada Shaft namanya rotor.

Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!
Motor listrik 1 phase

Nah, masing-masing bagian ini terdapat lilitan/kumparan yang tersusun oleh kawat email berbagai ukuran. Kumparan inilah yang nantinya akan menghasilkan medan magnet sehingga membuat motor/pompa air di rumah kita bisa bergerak/berputar sehingga bisa menyedot air dari dalam sumur.

Jadi pada kumparan stator ini, terdapat sebuah sensor/protektor yang nantinya akan bekerja sesuai dengan peruntukannya. Secara umum orang-orang biasa menyebutnya dengan istilah THERMAL PROTECTOR (Pelindung panas). Sampai di sini, apakah anda sudah mulai bisa menerka kira-kira apa penyebab pompa adan sering hidup mati?

Ya! Jadi penyebab pompa air anda mati sendiri saat panas dan hidup lagi beberapa saat setelah dingin ya karena THERMAL PROTECTOR ini bekerja. Maksudnya bagaimana?

Maksudnya, saat pompa anda hidup mati sendiri, pompa anda saat itu dalam keadaan panas (kumparan stator dalam keadaan panas melebihi standard). Jika pompa anda terus menerus hidup dalam kondisi panas seperti itu, maka pompa anda akan rusak (kebakar).

Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!
Thermal protector pompa air Shimizu PS-135

Pada gambar di atas, yang saya marking merah itu adalah letak/posisi Thermal protector di dalam pompa. Kabel warna hitam yang keluar dari kumparan itu nantinya akan dirangkai seri dengan thermal protector sebelum terhubung dengan kumparan. Dalam kondisi normal, yakni saat pompa tidak overheat, posisi Thermal protector selalu close (terhubung), pompa bisa dinyalakan. Saat dalam kondisi overheat maka akan open (putus) dan pompa akan mati.

Dengan begini, pompa terlindungi dari over heat (panas berlebih). Jadi, berterimakasihlah pada THERMAL PROTECTOR tersebut, heee.

Lalu apa penyebab kumparan stator panas dan cara mengatasinya? 

Banyak kemungkinan, tapi sepengalaman saya, berikut ini adalah 2 kemungkinan penyebab nya :

1. Putaran rotor berat

Hal ini pernah saya alami. Pompa air saya kotor dan mengalami karat di bagian dalam pompa sehingga membuat rotor pompa masih bisa berputar tapi berat. 

Dalam kondisi normal, rotor pompa air harusnya enteng ketika coba diputar pake tangan. Jika terasa berat, maka pasti ada yang tidak beres dengan bagian mekanikal pompa. Solusinya, buka, periksa dan pastikan rotor pompa anda bebas dari kotoran, karat dll, sehingga roto bisa berputar tanpa hambatan.

2. Tegangan listrik di rumah drop/turun

Kasus ini sering kali terjadi di perkampungan yang lokasinya jauh dari travo distribusi atau pusat pembangkit. Saat tegangan listrik di rumah anda turun dari standard 220 Volt, katakan sampai di bawah 200 Volt, maka hal ini akan mengakibatkan arus listrik/beban yang masuk ke pompa anda menjadi semakin besar.

Saya tidak akan menjelaskan secara teoritis tentang hal ini, tapi percaya lah, hal ini akan membuat kumparan stator pompa anda menjadi mudah panas sehingga membuat sensor panas bekerja.

Katakan THERMAL PROTECTOR pompa anda mampu mentolerir panas sampai maksimum 70 derajat selsius, maka ketika arus yang mengalir pada kumparan motor besar, maka temperatur pompa anda akan naik melebihi 70 derajat, saat itu aliran listrik ke kumparan stator akan diputus oleh THERMAL PROTECTOR untuk mematikan motor dan mengamankan pompa anda dari kerusakan.

Saat ini terjadi, butuh waktu beberapa saat agar temperatur pompa anda turun sehingga pompa akan menyala lagi secara otomatis.

Tidak ada cara lain untuk mengatasi hal ini selain memastikan tegangan listrik di rumah anda sesuai standard PLN 220 Volt atau kurang lebih sedikit.

Oia, kejadian seperti ini biasanya terjadi di waktu-waktu beban puncak seperti pas maghrib, di mana semua orang rata-rata menyalakan beban listrik di rumahnya, sehingga membuat rata-rata tegangan listrik PLN menjadi turun.

Nah, sekian ya penjelasan tentang kenapa pompa air sering hidup mati sendiri ketika panas, selang bebrapa saat kemudian hidup kembali. 

Semoga bermanfaat...

Khaddavi Al-Fatih
Khaddavi Al-Fatih Mulai kenal dunia blogging pada tahun 2008, dan aktif menulis sejak 2015 hingga sekarang. Saya banyak mendapat ilmu kelistrikan sejak bekerja di industri. Itulah sebabnya fokus artikel pada blog ini lebih mengarah tentang kelistrikan. Saya yakin banyak kekurangan, baik dari kedalaman materi maupun penulisan, oleh karena itu saya mohon bantuan para pembaca untuk memberi masukan positif agar blog ini bisa terus berkembang. Silahkan dishare pada tombol share di bawah jika menurut anda artikel ini bermanfaat. Terimaksih banyak atas kunjungannya dan selamat membaca..

Post a Comment for "Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!"