Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan utama

Penyebab pompa air cepat panas, kemudian mati, lalu hidup lagi selang beberapa saat

Pernah nggak anda mengalami pompa air cepat panas kemudian mati, lalu beberapa saat setelah temperatur turun (dingin) kemudian hidup kembali, kemudian panas dan mati lagi, begitu terus, berulang-ulang. 

Ini sebenanrya adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang sering terjadi pada pompa air, terutama pompa air kecil-kecil seperti Shimizu, Sanyo dll.

Baca juga : Pompa air lemah, debit air keluar kecil? Ini penyebab dan solusinya

Hal ini pastinya sangat mengganggu, apalagi ketika kita butuh banget segera menampung air untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, eh pompa nya malah hidup mati hidup mati gak jelas.

Baca juga : Macam-macam sambungan pipa air PVC dan fungsinya

Jadi sebenanrya apa penyebabnya?

Penyebab pompa air sering hidup mati sendiri

Penyebab pompa air sering hidup mati sendiri adalah karena kumparan stator pada motor pompa air mengalami overheat. Saat motor pompa mengalami overheat, maka pompa akan otomatis mati. Sesaat setelah temperatur pompa turun, maka pompa akan hidup lagi. Begitu seterusnya.

Baca juga : Cek, begini cara menghehemat listrik yang benar!

Lalu kenapa pompa air mengalami overheat? Silahkan baca sampai akhir.

Pompa air kita sebenarnya terdiri dari bebebarapa bagian, salah satu bagiannya bernama motor listrik. 

Untuk pompa air kapasitas kecil, motor listrik nya biasanya menggunakan motor listrik 1 phase, dan untuk pompa air berkapasitas besar biasanya menggunakan motor listrik 3 phase, contohnya pada pompa air sumur bor (Summersible pump), dll.

Baca juga : Apa itu pompa submersible dan cara kerjanya

Motor listrik ini terdiri dari 2 bagian utama, yakni stator dan rotor. Bagian yang diam bernama stator, dan bagian yang bergerak, yang terpasang pada Shaft namanya rotor.

Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!
Motor listrik 1 phase

Pada bagian yang diam (stator), terdapat lilitan/kumparan kawat email yang tersusun sedemikian rupa. Kumparan inilah yang nantinya akan menghasilkan medan magnet sehingga membuat pompa air di rumah kita bisa berputar dan menyedot air dari dalam sumur.

Pada kumparan stator ini terdapat sebuah sensor/protektor yang nantinya akan bekerja sesuai dengan peruntukannya. Secara umum orang-orang biasa menyebutnya dengan istilah THERMAL PROTECTOR (Pelindung panas). 

Ya! Jadi penyebab pompa air anda mati sendiri saat panas dan hidup lagi beberapa saat setelah dingin ya karena THERMAL PROTECTOR ini bekerja. Maksudnya bagaimana?

Baca juga : Berapa daya kWh meter untuk AC 1/2, 3/4, 1 dan 2 PK?

Maksudnya, saat pompa hidup mati sendiri, saat itu pompa air dalam keadaan panas (kumparan stator dalam keadaan panas melebihi standard). Jika pompa air anda terus menerus hidup dalam kondisi panas seperti itu, maka kumparan kawat email pada stator tadi akan terbakar dan pompa air akan rusak.

Pompa air cepat panas kemudian mati, setelah dingin lalu hidup kembali, ini sebabnya!
Thermal protector pompa air Shimizu PS-135

Pada gambar di atas, yang saya marking merah itu adalah posisi Thermal protector di dalam pompa. Kabel warna hitam yang masuk ke kumparan itu nantinya akan dirangkai seri dengan thermal protector sebelum terhubung dengan kumparan. 

Dalam kondisi normal, yakni saat pompa tidak overheat, posisi Thermal protector selalu terhubung sehingga pompa bisa dinyalakan. Saat terjadi overheat, maka sensor tersebut akan putus dan pompa air akan mati. 

Baca juga : Cara memperbaiki lampu LED mati total

Dengan begini, pompa air anda akan terlindungi dari over heat (panas berlebih). Jadi, berterimakasihlah pada THERMAL PROTECTOR tersebut karena dialah yang pertama melindungi pompa kita dari kerusakan akibat overheat. Hehe

Penyebab kumparan stator panas dan cara mengatasinya?

Banyak kemungkinan, tapi sepengalaman saya, berikut ini adalah 3 kemungkinan penyebab nya :

Putaran rotor berat

Hal ini pernah saya alami. Pompa air saya kotor dan mengalami karat di bagian dalam pompa sehingga membuat rotor pompa masih bisa berputar tapi berat karena ada gesekan antara body rotor dengan stator. 

Dalam kondisi normal, rotor pompa air harusnya enteng ketika coba diputar pake tangan. Jika terasa berat, maka pasti ada yang tidak beres dengan bagian mekanikal pompa. Solusinya, buka, periksa dan pastikan rotor pompa anda bebas dari kotoran, karat dll, sehingga rotor bisa berputar tanpa hambatan.

Baca juga : Bagaimana sih listrik dihasilkan dan bisa sampai di rumah kita?

Tegangan listrik di rumah drop/turun

Kasus ini sering kali terjadi di perkampungan yang lokasinya jauh dari travo distribusi atau pusat pembangkit. 

Saat tegangan listrik di rumah anda turun dari standard 220 Volt, katakan hingga di bawah 180 volt, maka ini akan mengakibatkan arus listrik/beban yang masuk ke pompa anda menjadi semakin besar. Jika arus listrik yang mengalir pada sebuah konduktor semakin besar, maka konduktor tersebut akan semakin mudah panas. Konduktor yang saya maksud dalam hal ini adalah kumparan stator.

Catatan : Brand pompa air ternama yakni Shimizu memberikan toleransi tegangan sebesar +- 10% dari tegangan nominal. Artinya, jika pompa air bekerja pada tegangan 220 Volt, maka tegangan maksimal dan minimal adalah 220 x 10% = 22 volt.
Minimal : 220-22 = 198 volt
Maksimal : 220+22 = 242 Volt 
 

Baca juga : Cara cek tegangan listrik di rumah

Katakan misal THERMAL PROTECTOR pompa mampu mentolerir panas sampai maksimum 70 derajat celcius, maka ketika arus yang mengalir pada kumparan motor besar, maka temperatur pompa anda akan naik melebihi 70 derajat. Saat itu terjadi, maka aliran listrik ke kumparan stator akan diputus oleh THERMAL PROTECTOR untuk mematikan motor dan mengamankan pompa air dari kerusakan. Butuh waktu beberapa saat agar temperatur pompa anda turun dan pompa bisa dinyalakan kembali.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Cara klasik yang bisa anda coba adalah menggunakan Stabilizer atau UPS. Stabilizer berfungsi sesuai namanya, yakni untuk menstabilkan tegangan yang naik turun supaya tetap pada tegangan 220 Volt.

UPS lebih canggih lagi, selain berfungsi sebagai stabilizer juga untuk menyimpan daya sementara. Jadi saat listrik PLN mati, listrik di rumah kita masih bisa hidup selama beberapa saat.

Hanya saja, permasalahan tegangan drop ini sebaiknya dicarikan solusi yang sifatnya permanen. Hubungi PLN dan minta solusi agar tegangan listrik di rumah kita normal. Kita berhak untuk itu. Jika didesak terus, PLN biasanya akan merubah jalur kabel yang masuk ke rumah kita. Mereka akan mencari phase yang bebanya masih sedikit sehingga tegangan normal kembali.

Kenapa kita terkesan harus memaksa? Karena kasus tegangan drop ini tidak hanya berpotensi merusak pompa air, tapi juga seluruh peralatan elektronik di rumah kita, misal TV, kulkas, mesin cuci, charger, dll.

Jadi jika anda mengalami permasalahan ini, sebaiknya anda segera menghubungi PLN.

Pompa air bekerja terlalu berat

Menggunakan pompa air secara langsung dan terus menerus untuk melayani kebutuhan air sehari-hari ternyata tidak bagus untuk keawetan pompa.

Saat pompa air running dalam kondisi beban penuh secara terus menerus, apalagi tanpa pressure switch, maka ini akan membuat umur pakai kumparan stator menjadi lebih pendek karena overheat.

Sebaiknya gunakan tandon air dan atur pengisian secara otomatis agar pompa tidak bekerja terlalu keras. Pompa hanya akan hidup saat air pada tandon berkurang.

Baca juga : Cara pasang pelampung tandon otomatis pompa air

Nah, sekian ya penjelasan tentang kenapa pompa air sering hidup mati sendiri ketika panas, selang bebrapa saat kemudian hidup kembali. 

Semoga bermanfaat...

close