Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adsense utama

Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak

Ada-ada saja masalah pada pompa yah? hehe.. Begitulah. Pompa air yang melayani kebutuhan air kita setiap hari itu ternyata punya banyak potensi masalah yang jarang kita fikirkan, salah satunya adalah kumparan/belitan motor pompa tersebut rusak atau kebakar.

Kerusakan terparah dari pompa air ya ini, kumparan kebakar. Selain tidak bisa lagi dinyalakan, biaya untuk perbaikinya pun tidak murah, hampir setengah harga barunya. Udah gitu, butuh waktu lumayan lama sampai berhari-hari agar pompanya bisa diperbaiki dan normal kembali. Makanya, saat pompa air anda masih dalam kondisi prima, jaga baik-baik agar senantiasa sehal walafiat untuk melayani kebutuhan air anda sehari-hari.

Baiklah, back to topic aja. Bagaimana sih caranya ngecek kumparan motor pompa ini masih bagus atau udah rusak, kebakar?

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak

Cara cek kumparan kebakar atau tidak sebenanrya simple, yang sulit adalah nyari alat ukurnya karena alat ini jarang dimiliki orang awam. Apakah itu? Namanya Multimeter (Tester / AVO Meter / Ohm meter) atau apalah orang-orang menyebutnya, intinya sama aja. Alat ini sama dengan alat yang kita gunakan untuk ngecek kapasitor pompa apakah masih bagus atau tidak.

Baca juga : Cara cek kapasitor pompa air apakah masih bagus atau tidak

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak
Sanwa digital multitester

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak
Sanwa analog multitester

Alatnya kayak gini. Yang pertama itu yang model digital dan yang bawah model analog. Fungsi ke duanya sama aja. 

Yang model digital bisa buat ngukur tegangan, tahanan, arus mA, kapasitor, frekuensi dll sebagaimana yang bisa lihat pada sekeliling Probe nya. Yang model analog ini bisa buat ngukur tegangan DC/AC dan tahanan.

Pada percobaan kali ini, asumsinya kita akan menggunakan multimeter SANWA digital untuk mengecek kumparan pompa air Merk Shimizu PS 135.

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak

Langkah-langkah cara pengecekan kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak

1. Siapkan tools atau peralatan

Seperti yang saya bilang di atas, kita butuh tools untuk melakukan pengecekan. Siapkan multimeter anda (merk lain juga silahkan), obeng dan tang. 

2. Pastikan aliran listrik ke pompa sudah benar-benar dilepas/dicabut. 

Ya iyalah, kalo lagi nyala gimana ngeceknya, hee.

3. Buka penutup terminal kabel pompa dan perhatikan wiringnya

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak
Shimizu PS-135

Buka cover / tutup terminal yang saya marking merah pada gambar di atas dan anda aka menemukan beberapa kabel berwarna disertai sebuah kapasitor. Kabel-kabel njelimet tersebut terkoneksi seperti gambar berikut. Perhatikan baik-baik.

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak
Rangkaian kabel pompa air Shimizu PS-135

Pelan-pelan saja ya, bair ngaak bingung. 😁

Sebelum saya jelaskan cara ceknya, saya jelaskan dulu maksud dari simbol-simbol dan warna-warni kabel nya.

# Dalam cover

Simbol M itu artinya MAIN, yakni kumparan utama pompa air.

Simbol S itu SECONDARY, yakni kumparan bantu pompa air.

Capacitor ya kapasitor. Sebagai penggerak awal pompa.

Thermal Protector sebagai pelindung motor pompa dari overheat

Kabel MERAH (Marking merah), kabel U1 kumparan utama

Kabel ABU-ABU (Marking merah), kabel Z1 kumparan bantu

Kabel HITAM (Marking merah), kabel U1 dan Z2 kumparan utama dan kumparan bantu, dijadikan 1 (diparalel).

# Luar cover

Kabel abu-abu (Marking hijau), kabel pressure switch

Kabel cokelat (Marking biru), Suply power Line (phase)

Kabel biru (Marking biru), Suply power Netral (N)

Kabel kuning-hijau (Marking biru), Ground/Arde.

 4. Lepas koneksi kabel-kabel berikut :

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak

Lepas kabel merah dan abu-abu yang terhubung dengan kapasitor. Setelah dilepas, kapasitornya ditaruh dulu yang baik, hee. Pastikan anda foto dulu biar nggak lupa pas mau dikonek lagi nanti.

Lalu lepas kabel warna hitam yang tadinya di sambung dengan kabel abu-abu dari pressure switch sehingga menjadi seperti ini :

Cara cek kumparan / belitan pompa air apakah masih bagus atau tidak

Sekarang fokus pada sisa 3 kabel ini, Merah, Abu-abu dan hitam.

Kita akan melakukan 3 pengujian karena memang ada 2 kumparan di dalam pompa ini dan sebuah pengujian akhir.

Yang pertama kita akan menguji apakah kumparan Utama (M) masih bagus atau tidak.

Yang ke 2 kita akan menguji kumparan bantu (S) apakah masih bagus atau tidak.

Yang ke 3 kita akan menguji apakah ke 2 kumparan ini short ke body atau tidak.

Perlu kita ketahui bahwa kumparan utama adalah kumparan yang membuat pompa kita bisa berputar kencang saat memompa air. Sedangkan kumparan bantu berfungsi untuk starting awal hingga mencapai putaran penuh.

Pengujian tahanan kumparan UTAMA (M)

Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak

Pertama, Silahkan hidupkan multimeter dengan cara memutar probe ke posisi pada gambar. Pada posisi tersebut, kita bisa memilih apakah mau mengukur tahanan dioda, continuity atau kapasitor.

Pilih pengukuran tahanan dengan range tahanan MegaOhm.

Setelah itu hubungkan probe merah ke kabel warna merah dan probe hitam ke kabel warna hitam. Atau terbalik juga gak masalah. Kemudian lihat hasil pengukuran pada multimeter. Jika multimeter menunjukan angka mendekati 0, misal 1 - 3 ohm, maka itu artinya kumparan utama sementara bisa kita katakan masih bgaus, karena masih terhubung dengan baik. Namun jika yang muncul adalah OL, itu artinya kumparan telah putus, bisa karena kebakar atau laiinya.

Pengujian tahanan kumparan BANTU (S)

Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak

Lakukan pengujian ke 2 dengan cara yang sama dengan dengan di atas. Jika multimeter menunjukan angka mendekati 0, misal 1 - 3 ohm, maka itu artinya kumparan utama sementara bisa kita katakan masih bgaus. Jika OL atau menunjukan tahan yang sangat tinggi berarti kumparan telah rusak atau putus.

Apakah ke 2 pengujian di atas sudah cukup untuk membuktikan kumparan masih bagus atau tidak?

BELUM!

Pengujian terakhir sebagai penentu adalah pengujian tahanan antar antar ke 2 kumparan ke body / casing pompa.

Perhatikan gambar berikut.

 

Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak

Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak

Jika pada pengujian ini multimeter menunjukan nilai nol atau sangat mendekati 0, maka dipastikan kumparan sudah short ke body. Itu artinya kumparan sudah rusak, baik kumparan utama maupun bantu.

Namun jika multimeter menunjukan OL, maka kumparan bisa dikatakan masih bagus. Pengukuran ini pada dasarnya bertujuan untuk mengukur nilai tahanan isolasi kemungkinan short ke body. 

Biasanya, para insinyur elektrik menggunakan sebuah alat bernama MEGGER (Mega Ohm Meter) untuk melakukan pengujian tersebut. Namun alatnya mahal dan sangat sulit didapat.

Jadi untuk pengujian kali ini, multimeter sudah cukup mewakili.

Sekian artikel kali ini, semoga ada manfaatnya. Tolong bantu share ke media sosial nya jika berkenan. Terimakasih..

Khaddavi Al-Fatih
Khaddavi Al-Fatih Mulai kenal dunia blogging pada tahun 2008, dan aktif menulis sejak 2015 hingga sekarang. Saya banyak mendapat ilmu kelistrikan sejak bekerja di industri. Itulah sebabnya fokus artikel pada blog ini lebih mengarah tentang kelistrikan. Saya yakin banyak kekurangan, baik dari kedalaman materi maupun penulisan, oleh karena itu saya mohon bantuan para pembaca untuk memberi masukan positif agar blog ini bisa terus berkembang. Silahkan dishare pada tombol share di bawah jika menurut anda artikel ini bermanfaat. Terimaksih banyak atas kunjungannya dan selamat membaca..

Post a Comment for "Cara cek kumparan / belitan dinamo pompa air apakah masih bagus atau tidak"