Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan utama

Cara pasang floating switch (pelampung) air otomatis mompa

Floating switch (Sakelar pelampung) dibutuhkan untuk menjaga level air pada tandon tetap terjaga volumenya, tidak habis juga tidak luber. Pemasangan floating switch ini memiliki beberapa manfaat/keuntungan sebagaimana yang akan kita bahas berikut.

Manfaat pemasangan floating switch pada tandon air

Menghemat listrik

Hal ini karena pompa hanya akan hidup pada saat dibutuhkan saja. Ketika level air pada tandon sudah mencapai level rendah, maka pompa akan hidup. Begitupun sebaliknya, saat tandon air hendak penuh, maka pompa air akan mati secara otomatis. 

Baca juga : Pompa air lemah, debit air keluar kecil? Ini penyebab dan solusinya

Berbeda dengan jika kita menggunakan pompa air hanya dengan mengandalkan pressure switch pada pompa, maka setiap pompa kehilangan pressure/tekanan, maka pompa akan segera hidup. Hal ini akan membuat penggunaan listrik menjadi boros.

Menghemat usia pakai pompa air

Dengan menggunakan tandon otomatis, maka pompa air tidak perlu bekerja terlalu keras untu melayani kebutuhan air kita sehari-hari. Ini tentu akan menghindarkan pompa air dari kasus overheat pada kumparan stator pompa air.

Jika pompa air tidak sering mengalami overheat, maka usia pakai pompa akan lebih lama.

Baca juga : Penyebab pompa air cepat panas dan sering hidup mati sendiri

Menghemat waktu dan tenaga

Kita tidak perlu capek-capek melihat kondisi air pada tandon dan menyalakan pompa secara manual saat level air berkurang.

Level air pada tandon air bisa diatur sesuai keinginan

Level air pada tandon bisa disesuaikan. Level low nya di mana, dan level full nya di mana.

Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air
Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air

Ada banyak sekali merk dan model floating switch di pasaran yang bisa kita gunakan. Dari yang harga puluhan ribu sampe ratusan ribu rupiah. Prinsip kerjanya sama saja. Bedanya mungkin di kualitas bahan dan durabilitynya.

Baca juga : Macam-macam sambungan pipa air PVC dan fungsinya

Floating switch yang akan kita gunakan pada artikel ini adalah Liquid level sensor LS-15. Harganya di bukalapak cuman Rp. 48.000. Kalo anda mau pake floating switch ini, silahkan ORDER di bukalapak.

Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air
Floating switch LS-15

Lalu bagaimana Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air?

Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air

Pertama tama silahkan amati skema berikut ini.

Cara pasang floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air

Skema Cara pasang floating switch sebenanrya sesederhana gambar di atas. Sebelum kita bahas lebih detil kelistrikannya gimana, saya jelaskan dulu line pipa air dari gambar di atas.

Mula-mula, air disedot dari dalam sumur oleh pompa air. Kemudian air masuk ke tangki melalui jalur input sebagaimana yang ditunjukan tanda panah pada gambar sebelah kanan man hole.

Sekarang perhatikan floating switch pada sisi kiri man hole. Floating switch ini terdiri dari 3 komponen yakni floating switch itu sendiri, benang, dan dua buah pelampung. Silahkan pasang floating switch yang anda beli dengan posisi seperti gambar di atas. Ikatkan benang pada ke dua pelampung tersebut. 

Sekarang, perhatikan baik-baik prinsip kerja dari floating switch ini.

Prinsip kerja floating switch agar pompa otomatis ngisi tandon air

Aliran listrik dari sumber PLN akan dialirkan ke pompa melalui Stop kontak. Namun sebelum arus masuk ke pompa, terlebih dahulu arus melewati 2 buah terminal pada floating switch. Bahasa teknis nya dirangkai seri.

Terminal pada floating switch tersebut bekerja seperti sakelar pada umumnya. Saat ke dua pelampung berada dalam kondisi tergantung tanpa air, maka terminal tersebut akan terhubung yang mana dalam kondisi tersebut, level air dianggap berada pada kondisi kurang, sehingga arus mengalir ke pompa dan memghidupkan pompa.

Kemudian saat level air mulai naik hingga membuat ke dua pelampung menjadi terapung, maka terminal pada floating  switch akan otomatis putus sehingga aliran listrik ke pompa putus dan pompa air mati. 

Sederhananya mungkin bisa kita simpulkan seperti ini : Pelampung 1 akan bekerja sebagai pemutus daya ke pompa saat level air telah penuh, pelampung 2 akan bekerja sebagai penyambung daya ke pompa saat level air dalam posisi kurang. 

Posisi dari ke 2 pelampung sebenarnya tidak harus sama dengan posisi di atas.

Pelampung 1 bisa anda posisikan lebih ke atas atau ke bawah, tergantung perspektif level penuh anda di mana.

Pelampug 2 pun sama, bisa anda posisikan lebih atas atau bawah, tergantung anda menganggap level air dalam tandon sudah berkurang atau tidak.

Sekian artikel kali ini, jika ada yang anda anggap kurang jelas, silahkan komen atau hubungi saya via fb di atas.

Semoga bermanfaat..!



close