Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Watt dengan VA

Perbedaan antara watt dan VA sebenarnya sudah sempat kita bahas pada artikel sebelumnya. Contohnya pada artikel apakah kapasitor benar-benar bisa menghemat listrik di rumah kita?

Perbedaan Watt dengan VA

Pada artikel tersebut, kita membahas perbedaan VA dan Watt berdasarkan pada persamaan segitiga daya antara daya semu (S), daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). 

Pada artikel kali ini, kita akan melihat perbedaan VA dan Watt melalui sudut pandang yang lebih sederhana supaya mudah dipahami.

Baca juga : Teori dasar listrik

Asal kata VA dan Watt

VA adalah singkatan dari Volt Ampere. Kenapa volt ampere? Karena pada dasarnya daya listrik dengan satuan VA ini terdiri dari 2 parameter yakni tegangan V (satuan Volt) dan Arus listrik I (satuan Ampere). 

Adapun asal kata watt adalah nama seorang penemu. Namanya james watt. Nama watt digunakan sebagai satuan untuk menghormati dia atas sumbangsihnya dalam ilmu pendidikan yakni penemuan mesin uap.

Definisi VA dan Watt

Baik VA dan Watt sebenarnya adalah sama-sama satuan daya listrik. Bedanya, VA merupakan istilah daya yang  digunakan pada sisi pembangkit sebelum dibebani. Sedangkan Watt digunakan untuk menyatakan daya listrik setelah dibebani.

Jadi, apa itu VA?

VA adalah singkatan dari Volt ampere, dikenal dengan istilah daya semu. Disimbolkan S.

S = V x I 
= Tegangan x Arus 
= Volt x Ampere 
= Volt ampere 
= (VA)

Dinamakan daya semu karena daya VA masih bersifat semu (belum aktif).

Contoh : Anda memiliki genset dengan daya semu 500 VA. Bisakah genset tersebut digunakan untuk melayani beban sebesar (P) 500 Watt?

Jawabannya adalah belum tentu. 

Kenapa? 

Karena daya 500 VA itu masih bersifat klaim, belum benar-benar terbukti (masih semu). 

Kenyataannya, kemampuan genset ini tidak mungkin bisa sampai 100%. Pasti ada banyak rugi-rugi daya yang membuat kemampuan genset ini menurun beberapa persen atau puluh persen.

Itulah sebabnya di setiap genset selalu ada yang namanya Faktor daya (Cos phi). Besarnya variatif, antar 0.85 (85%) sapai 0.95 (95%). Keberadaan faktor daya inilah yang nantinya akan menjadi pembeda antara VA dengan watt.

Biar lebih paham, kita coba analogikan seperti ini :

Andi mengaku cinta mati sama ayu. Dia bilang akan memberikan segalanya jika cintanya diterima. Setelah ayu menerima cintanya, apakah andi benar-benar memberikan segalanya?

Belum tentu. Andi tidak bisa memberikan segalanya kepada ayu karena dia punya keterbatasan.

Saat ayu minta mobil Alphard, bisa jadi yang bisa andi berikan hanya fortuner. Saat ayu minta dibelikan emas 1 kg, bisa jadi yang andi bisa belikan hanya 800 gram dsb.

Kekurangan itulah yang dinamakan dengan Cos phi (faktor daya). Mobil alphard adalah daya semu (VA), dan mobil fortuner sebagai daya aktif (watt).

Lalu bagaimana dengan Watt?

Watt adalah satuan daya aktif. Disimbolkan dengan huruf P. 

Di mana P = S x Cos phi (Daya semu x cos phi)

Cos phi = P/S (daya aktif / daya semu).

Contoh :

Sebuah genset 1000 VA akan melayani beban listrik di sebuah rumah. Faktor daya pada name plate genset adalah 0.85. Berapakah daya aktif (Watt) genset tersebut?

Cos phi = P/S

0.85 = P / 1000

P = 1000 x 0.85

P = 850 Watt

Jadi, daya aktif (Watt) dari genset tersebut adalah 850 Watt.

Perbedaan Watt dengan VA

Saya akan membuat sebuah contoh kasus yang akan menggambarkan perbedaan jelas antara VA dan Watt.

Sebuah pembangkit listrik (genset) mengklaim mampu membangkitkan daya listrik sebesar 900 kVA.

Pembangkit tersebut konon akan digunakan untuk melayani beban di sebuah desa yang total beban adalah 900 kWatt.

Akhirnya, genset mulai dinyalakan.

Mulailah orang-orang di desa tersebut menyalakan peralatan-peralatan listriknya satu per satu.

Beberapa rumah menyalakan perlatan listrik nya hingga beban pada pembangkit mencapai 500 kWatt. Saat ini, pembangkit genset masih running dengan normal tanpa kendala.

Lalu, beberapa rumah juga mulai menyalakan peralatan listriknya hingga beban pada genset sudah mencapai 600 kWatt. Saat ini, suara genset mulai mengaung tidak normal.

Kemudian beberapa rumah mulai menyalakan peralatan listriknya lagi. Sesaat terlihat beban pada genset mencapai 750 kWatt. Beberapa saat kemudian, gensetnya mati dan listrik di desa tersebut padam total.

Apa yang bisa kita simpulkan?

Ternyata genset tersebut tidak mampu melayani beban sebesar 900 kW. Itulah kenapa genset tersebut menyatakan dayanya dalam satuan VA (daya semu), bukan Watt.

Daya tersebut masih bersifat semu. Kenyataanya yang mampu dia berikan hanya sebesar 750 watt atau sebesar 83%. Itu berarti cos phi genset dalam hal ini adalah 0.83.

Hal ini juga ternyata berlaku pada kWh meter di rumah-rumah kita.

Contoh :

Anda membeli kWh meter dengan daya 900 VA. Bisakah kita gunakan kWh meter ini sampai beban 900 Watt?

Jawabannya adalah tidak bisa. Kenapa? Berikut penjelasannya.

Tegangan PLN 1 phase yang kita terima adalah 220 Volt. Bahkan bisa kurang. Tergantung lokasi.

MCB pada kWh meter 900 VA adalah 4 Ampere. Ini pasti.

Jika kita gunakan persamaan daya aktif, maka besarnya daya yang bisa kita gunakan adalah :

P = V x I x Cos phi

P = 220 x 4 x Cos phi

P = 220 x 4 x 0.95

P = 836 watt

Anda pasti bertanya dari mana cos phi 0.95 kan? Kenapa bukan 1?

Begini,

Memang, jika kita gunakan beban-beban yang sifatnya resistif saja seperti lampu, heater, radio, tv dll, maka cos phi bisa kita katakan ideal, yakni 1, karena tidak ada pengaruh beban reaktif.

Kenyataanya, kita juga pasti punya beban-beban reaktif seperti pompa air, mesin cuci, Ac dll sehingga membuat cos phi menjadi turun di bawah 1.

Jadi, 0.95 itu adalah asumsi saya jika kita tidak hanya menggunakan beban resistif tapi juga beban reaktif.

Angka 0.95 itupun bisa dikatakan besar. Aktualnya bahkan mungkin bisa lebih kecil sehingga daya aktif yang bisa kita gunakan semakin kecil.

Bahkan jika cos phi sebesar 1 pun, daya yang bisa kita gunakan dari kWh 900 VA tetap tidak bisa 900 Watt. 

P = 220 x 4 x 1

P = 880 Watt

Jadi jelas ya. kWh meter 900 VA hanya bisa kita gunakan sebesar 836 watt. Atau sekitar 92% nya.

Kesimpulan

  1. VA adalah satuan dari daya semu. Simbol daya semu adalah S. Persamaan daya semu adalah S = V x I
  2. Watt adalah satuan dari daya aktif. Simbol daya aktif adalah P. Persamaan daya aktif adalah P = S x Cos phi
  3. Perbedaan daya semu dan daya aktif terletak pada nilai Cos phi nya. Semakin besar nilai cos phi (semakin mendekati 1), maka selisih antara daya semu dan daya aktif akan semakin kecil.
  4. Satuan VA digunakan pada pembangkit sebelum dibebani. Sedangkan satuan watt digunakan setelah pembangkit tersebut dibebani.

Itulah kira-kira perbedaan sederhana antara VA dengan Watt versi saya.

Jika penjelasan ini menurut anda tidak tepat, silahkan kita diskusikan di komentar.

Terimakasih dan semoga bermanfaat..

Posting Komentar untuk "Perbedaan Watt dengan VA"