Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada instalasi dan peralatan

Salah satu masalah kelistrikan yang sering terjadi di rumah adalah arus bocor pada instalasi / peralatan listrik. Contohnya pada struktur baja ringan rumah-rumah kita, TV, kulkas, komputer, radio dll.

Apa itu arus bocor?

Sebagaimana pembahasan pada artikel tentang peralatan listrik yang nyetrum saat dipegang, yang dimaksud dengan arus bocor adalah kondisi di mana arus listrik pada penghantar yang harusnya mengalir menuju beban listrik, malah mengalir keluar penghantar karena adanya bagian isolasi kabel yang terkupas dan menyentuh struktur / body peralatan listrik.

Jika body peralatan listrik tersebut terbuat dari bahan metal (besi, baja, dll), maka ia akan menjadi bertegangan. Saat kita menyentuh konduktor yang bertegangan di mana kaki kita berpijak di tanah/lantai, maka kita akan kesetrum karena arus akan mengalir melalui tubuh kita ke tanah.

Anda mungkin pernah mendengar berita tentang seorang teknisi listrik di batam yang meninggal dunia karena kesetrum saat sedang memperbaiki listrik di atas plafon. Usut punya usut, ternyata teknisi tersebut kesetrum karena memegang baja ringan yang bertegangan. Terdapat kabel yang isolasinya rusak dan menempel pada baja ringan.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada instalasi dan peralatan

Kasus kematian di atas adalah salah satu akibat dari adanya arus bocor pada instalasi / peralatan listrik di rumah kita. 

Oleh karena itu, hal ini harusnya jadi perhatian serius bagi kita agar kejadian-kejadian tak diinginkan seperti di atas bisa kita hindari.

Cara mendeteksi arus bocor pada instalasi rumah dan peralatan

Berikut ini adalah cara memeriksa ada tidaknya arus bocor pada instalasi dan peralatan listrik di rumah kita.

A. Pengecekan arus bocor pada instalasi kabel listrik dalam rumah

Pengecekan arus bocor pada instalasi dalam rumah bisa dilakukan dengan mudah melalui tombol-tombol pada kWh meter prabayar. Berikut adalah langkah-langkah nya.

1. Matikan semua peralatan listrik yang ada di rumah kita

Matikan semua beban-beban listrik yang ada di rumah kita. Lampu-lamu, TV, kulkas, kipas angin, pompa air, cas hp/laptop dll. Semua dimatikan. Cabut colokannya. Pastikan tidak ada yang terkoneksi sama sekali.

2. Lakukan pengecekan arus bocor pada kWh meter prabayar

Berikutnya adalah pengecekan ada tidaknya arus bocor pada instalasi rumah kita. Kali ini saya akan mencontohkan cara cek arus bocor pada kWh meter merk ITRON. Berikut caranya.

Pada tombol kWh meter, silahkan tekan kode angka 44 dan enter.

Jika pada instalasi tidak terdapat arus bocor, maka pada display kWh meter akan menunjukan angka 0.00 A seperti gambar berikut.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada kwh meter
Tidak ada arus bocor

Namun jika pada instalasi listrik kita terdapat arus bocor, maka pada display kWh meter akan menunjukan angka seperti berikut.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada kwh meter
Ada arus bocor

B. Pengecekan arus bocor pada peralatan listrik

Pengecekan arus bocor pada peralatan listrik bisa dilakukan dengan 2 cara berikut.

1. Memegang body peralatan listrik tanpa alas kaki dalam kondisi peralatan On

Cara pertama dan paling simple untuk mengetahui ada tidaknya arus bocor pada peralatan listrik adalah dengan cara memegang body peralatan listrik tersebut tanpa memakai alas kaki saat peralatan listrik dalam kondisi nyala.

Kenapa tanpa alas kaki? 

Karena jika menggunakan alas kaki, misal sendal, sepatu dll, maka ia akan menjadi isolator bagi tubuh kita sehingga arus tidak akan mengalir melalui tubuh kita ke tanah. Akibatnya, keberadaan arus bocor tersebut tidak akan bisa kita rasakan.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada peralatan
Body belakang kulkas

Sebagai contoh. Dalam kondisi tanpa arus bocor, jika kita menyentuh bagian metal pada body kulkas di atas, maka kita tidak akan merasakan apa-apa. Namun jika ada arus bocor, maka kita akan kesetrum, meski hanya terasa sedikit.

Noted! : Saya tidak menyarankan anda melakukan cara ini karena berbahaya. Ini hanya sebagai pengetahuan. Berdasarkan pengalaman, saat menyentuh bagian body yang bertegangan, tangan kita akan secara refleks terbuang dari peralatan tersebut.

2. Menggunakan testpen

Cara ke 2 adalah dengan menggunakan testpen. Tempelkan probe testen pada bagian metal peralatan listrik. Jika testpen menyala meskipun kecil, itu artinya ada kebocoran arus pada perlatan. Jika tidak, maka peralatan aman dari kebocoran arus.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada peralatan

3. Menggunakan multimeter

Cara terakhir dan paling akurat adalah dengan menggunakan multimeter. Posisikan peralatan listrik dalam kondisi off. Atur posisi probe multimeter seperti gambar berikut dan lakukan pengukuran.

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada peralatan

Pengecekan kemungkinan short antara kabel power sisi line dengan body

Cara mendeteksi adanya arus bocor pada peralatan

Pengecekan kemungkinan short antara kabel power sisi netral dengan body

Jika pada pengujian di atas, salah satu atau ke dua hasilnya menunjukan angka 0 - 0.1 ohm, itu artinya kabel power short ke body. Hal itu juga berarti bahwa akan ada arus bocor pada kulkas di atas.

Jika multimeter menunjukan OL (angka 1), maka kabel power tidak short ke body. Artinya tidak akan ada arus bocor pada kuklas tersebut.

C. Solusi masalah arus bocor

Di atas kita sudah mengetahui bahwa penyebab arus bocor adalah karena ada bagian isolasi kabel yang terkelupas. Bisa karena terjepit, tergerus saat instalasi maupun karena digigit hewan pengerat seperti tikus dll.

Kita juga sudah membahas bagaimana cara mendeteksi keberadaan arus bocor tersebut.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika terdapat arus bocor pada instalasi dan peralatan listrik kita di rumah?

1. Solusi arus bocor pada instalasi kabel dalam rumah

  1. Jika ditemukan arus bocor pada instalasi dalam rumah, maka matikan sumber listrik dengan cara off kan MCB pada kWh meter. Silahkan lakukan pengecekan jalur kabel secara meyeluruh. Ikuti jalur instalasi kabel hingga semua sudut ruangan.
  2. Jika anda menggunakan rangka baja ringan, pastikan tidak ada kabel yang kontak langsung dengan baja ringan. Caranya yakni menggunakan pengcekan menggunakan multimeter seperti langkah B point no 3. Ukur continity antara kabel Line dan Netral dengan konstruksi baja ringan. Jika multimeter menunjukan angka 0 - 0.1, itu artinya ada kontak langsung antara kabel dengan baja ringan. Artinya akan ada arus bocor saat listrik dinyalakan.
  3. Jika setelah pengecekan ditemukan bahwa ada kabel yang isolasinya rusak dan bersinggungan langsung dengan bahan metal, maka silahkan diisolasi atau jika perlu diganti dengan yang baru.
  4. Jika sudah, silahkan nyalakan kembali MCB dan lakukan pengecekan ada tidaknya arus bocor sebagaimana pada langkah A di atas. Jika sudah tidak ada arus bocor, harusnya angka arus pada kWh meter adalah 0.00 A
  5. Jika anda merasa tidak kompeten, silahkan minta bantuan teknisi.

2. Solusi arus bocor pada peralatan listrik

  1. Jika setelah dicek terdapat arus bocor pada salah satu peralatan listrik di rumah kita, maka silahkan matikan peralatan listrik tersebut.
  2. Lakukan pengecekan kabel-kabel pada peralatan listrik, dari kabel power hingga kabel kontrol. Jika perlu membongkar body peralatan, silahkan dibongkar.
  3. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik. Jika ditemukan ada kabel yang terjepit atau terkelupas, silahkan perbaiki posisinya lalu diisolasi atau ganti dengan yang baru.
  4. Jika sudah, lakukan lagi pengecekan seperti langkah 2 atau 3 di atas. 
  5. Jika sudah tidak ada arus bocor, harusnya peralatan listrik aman meskipun disentuh pada bagian metalnya.

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Cara mendeteksi adanya arus bocor pada instalasi dan peralatan"