Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan utama

Apa itu MCB, fungsi dan bagaimana cara kerjanya?

Selama ini, kita mungkin sudah sering mendengar istilah MCB, bahkan sudah sering berinteraksi langsung dengan benda yang 1 ini. Terutama bagi kita-kita yang memiliki kWh meter PLN di rumah. Tapi apakah kita sudah benar-benar mengenal komponen bernama MCB ini, apa fungsi dan bagaimana cara kerjanya?

Baca juga : Apa itu TOR (thermal overload relay) dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu MCB, fungsi dan bagaimana cara kerjanya?

Jadi, MCB (Miniatur circuit breaker) adalah salah satu komponen dalam sistem kelistrikan yang berfungsi untuk ON-OFF aliran listrik dari sumber ke beban, sebagai proteksi terhadap gangguan hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (Overload).

MCB memiliki fungsi yang sama dengan fuse. Hanya saja fuse akan langsung rusak dan harus diganti saat terjadi overload atau short circuit, sedangkan MCB tidak.

Dari pengertian MCB di atas kita sudah bisa melihat dengan jelas bahwa fungsi utama dari MCB ada 3 yakni :

  1. ON-OFF rangkaian dari sumber ke beban
  2. Proteksi saa terjadi konslet (hubung singkat)
  3. Proteksi saat terjadi beban lebih
Sekarang mari kita pelajari lebih lanjut mengenai ke 3 fungsi MCB di atas.

Fungsi MCB

1. ON-OFF rangkaian

Fungsi MCB yang pertama adalah untuk ON dan OFF rangkaian listrik dari sumber ke beban.

Contoh paling sederhananya bisa kita lihat pada kWh meter di rumah-rumah kita. Pada setiap kWh meter, selalu terdapat MCB yang setiap saat bisa kita gunakan untuk mematikan dan menghidupkan aliran listrik ke dalam rumah. Bahkan pada instalasi yang sesuai standard PUIL (persyaratan umum instalasi listrik), keberadaan MCB tidak hanya terbatas pada kWh meter, tapi juga pada intalasi setelah kWh meter (di dalam rumah).

Baca juga : Cara memperbaiki lampu LED mati total

MCB pada kWh meter

2. Proteksi hubung singkat

Fungsi berikutnya dari MCB yang tak kalah penting adalah sebagai proteksi saat terjadi konslet (hubung singkat). 

Hubung singkat adalah kondisi di mana jalur sumber bertegangan (phase) menyentuh langsung bagian netral pada sistem kelistrikan. Saat terjadi hubung singkat, maka aliran arus pada rangkaian akan sangat besar sehingga berpotensi membakar kabel penghantar berikut dengan isolasi dan area sekitar.

Fungsi MCB sebagai proteksi hubung singkat

Di sini lah peran penting MCB untuk langsung mematikan aliran listrik dalam waktu yang sangat singkat demi keamanan instalasi maupun keamanan kita sebagai manusia.

Saat terjadi hubung singkat, maka MCB tidak akan bisa di ON kan kembali sampai titik yang menjadi tempat terhubungnya phase dan netral benar-benar telah dipisah.

3. Proteksi beban lebih

Fungsi terakhir dari MCB adalah sebagai pengaman (pemutus) saat terjadi beban lebih. 

MCB memiliki rating ampere dengan limit tertentu yang apabila telah tercapai maka MCB akan kembali ke posisi Off (mati). 

Sebagai contoh. Pada kWh meter 450 VA, rating MCB yang digunakan adalah 2 Ampere. Ketika beban di rumah kita telah mencapai nilai 2 Ampere, maka MCB akan otomatis Off. Butuh waktu beberapa detik hingga menit agar MCB bisa dihidupkan kembali.

Bagian-bagian MCB

Fungsi MCB sebagai proteksi beban lebih

  1. Incoming terminal : Terminal untuk menghubungkan sumber power yang masuk ke MCB.
  2. ARC Chute : Peredam bunga api pada saat proses ON-OFF MCB. Juga berfungsi sebagai penyalur panas di dalam MCB.
  3. Bimetal strip : Bekerja berdasarkan besar kecil nya arus yang melewatinya. Semakin besar arus, maka bimetal strip akan bergerak maju hingga mendorong ON-OFF switch untuk kembali ke posisi OFF saat terjadi beban lebih.
  4. Outgoing terminal : Terminal yang menghubungkan MCB dengan beban listrik.
  5. ON/OFF Switch : Tuas untuk ON-OFF MCB. Posisi ke atas adalah ON, dan ke bawah OFF.
  6. Magnetic Coil : Koil yang akan bekerja saat terjadi hubung singkat. Magnetic coil akan mendorong MCB ke posisi OFF sampai tidak ada lagi hubung singkat pada rangkaian.
  7. Copper braid : Berfungsi mengalirkan arus dari incoming menuju coil, bimetal strip hingga outgoing.

Cara kerja MCB

A. TUAS MCB PADA POSISI OFF

Cara kerja MCB

B. TUAS MCB PADA POSISI ON

C. MCB TRIP KARENA SHORT / OVERLOAD

Berikut adalah penjelasan prinsip kerja MCB sesuai gambar di atas.

  1. Pada gambar A, perhatikan garis putus-putus warna orange. Garis putus-putus ini adalah arus dari sumber yang masuk ke MCB. Terlihat tuas MCB berada pada posisi Off sehingga arus tidak mengalir dari incoming menuju outgoing.
  2. Gambar B menunjukan MCB berada pada posisi ON sehingg arus dari sumber bisa mengalir melewati terminal incoming, Copper braid, bimetal strip dan berakhir di terminal outgoing. 
  3. Gambar C menunjukan tuas MCB terdorong ke posisi OFF oleh bimetal strip karena terjadi overload ataupun short circuit. Pada kondisi arus normal, plate bimetal strip akan berada pada kondisi lurus. Saat arus listrik mulai naik, maka ia akan membengkok sebagaimana yang ditunjukan pada gambar. Saat arus yang mengalir pada MCB sudah sama dengan rating MCB, maka bimetal strip akan mendorong switch MCB ke poisisi Off sehingg arus berhenti mengalir.
  4. Pada proses over load maupun short circuit, akan ada spark atau percikan bunga api di area dalam MCB. Di sinilah peran Arc Chute untuk meredam percikan tersebut dan sekaligus berfungsi sebagai cooler dalam MCB.
Sekian artikel kali ini tentang MCB. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bantu share ya... Terimakasih..

Posting Komentar untuk "Apa itu MCB, fungsi dan bagaimana cara kerjanya?"