Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan utama

Buktikan, Begini cara menghemat listrik yang baik dan benar!

Topik tentang menghemat listrik memang sudah menjadi perdebatan klasik. Kita semua tahu dan paham bahwa listrik pada dasarnya memang bisa dihemat. Jika kita searching di google dengan kata kunci "Cara menghemat listrik yang baik dan benar", maka akan ada ribuan artikel yang membahas tentang hal tersebut. Akan tetapi, kebanyakan dari kita cenderung malas melakukan tips-tips yang diberikan. Kebanyakan di antara kita pengennya hemat listrik dengan cara-cara yang tidak benar, yang pada akhirnya berujung pada pemutusan listrik oleh PLN.

Salah satu contoh yang salah dalam menghemat listrik misalnya dengan cara membypass sumber listrik dari PLN langsung ke beban tanpa melewati kWh meter. Hal ini sudah sering terjadi, bahkan sampai saat ini tindakan seperti ini masih ditemukan di lapangan. Sehingga tak heran jika kita masih sering menemukan banyak orang yang mendapat sanksi berupa P2TL oleh PLN.

Lalu bagaimana cara menghemat listrik yang baik dan benar agar tidak terkena pemutusan oleh pihak PLN?

Berikut adalah 6 tips yang bisa kita gunakan untuk menghemat penggunaan listrik di rumah kita.

Baca juga : Kenapa sih PLN mengganti kWh meter kita dengan yang baru?

Cara menghemat listrik yang baik dan benar di masa pandemi covid
HEXING

Cara hemat listrik yang baik dan benar!

1. Ganti lampu biasa dengan lampu LED

Sekarang memang sudah zamannya LED. Mobil-mobil terbaru saat ini rata-rata sudah menggunakan LED sebagai lampu penerangan. 

Berdasarkan pengamatan kami pada chanel-cahnel youtube otomotive tanah air, mobil-mobil keluaran terbaru yang masih menggunakan lampu halogen akan mendapat review negatif dari para influencer. Hal ini tentu bisa dimaklumi karena jika kita melihat perbandingan antara lampu LED dengan lampu jenis lainnya, maka kita akan mendapatkan data perbedaan yang sangat kontras, baik dari sisi lifetime maupun konsumsi daya nya. Sebagai contoh, seperti data pada gambar berikut.

Cara menghemat listrik yang baik dan benar di masa pandemi covid
Sumber gambar : rajawaliutama.co.id

Dari data di atas, kita melihat ada 3 jenis lampu. Paling kiri adalah LED 10 watt, tengah lampu CFL atau neon 23 watt, dan kiri lampu pijar 80 watt.

Pada tabel sebelah kanan juga terlihat perbandingan 3 jenis lampu ini untuk beberapa besaran daya tapi dengan lumen (intensitas cahaya) yang sama. Perlu digarisbawahi, ke 3 lampu ini memiliki lumen yang sama sehingga bisa dibandingkan head to head.

Sebelum kita berbicara tentang perbedaan daya antar ke 3 lampu di atas, terlebih dahulu kita akan melihat lifetime (usia pakai) ke 3 lampu tersebut yang diklaim oleh pabrikannya.

  • Lampu LED bisa bertahan selama 30,000 jam (1.250 hari = 3.5 tahun terus menerus).
  • Lampu CFL bertahan selama 9,000 jam (375 hari = 1 tahun lebih dikit, terus menerus)
  • Lampu pijar bertahan hingga 1,000 (41 hari terus menerus)

Dari sisi lifetime terlihat jelas bahwa daya tahan lampu LED adalah yang paling panjang dibanding lampu pijar dan neon. Pada kasus ini lampu LED menang dari sisi lifetime.

Sekarang kita perhatikan jumlah konsumsi daya nya.

  • Lampu LED 10 watt. Jika kita nyalakan lampu ini selama 24 jam non stop, maka per hari lampu ini akan menghabiskan token listrik = (10/1000) x 24 = 0.24 kWh
  • Lampu CFL 23 watt. Dengan formula yang sama, lampu ini akan menghabiskan token listrik per hari sebesar 23/1000 x 24 = 0.552 kWh
  • Lampu pijar 80 watt. 80/1000 x 24 = 1.92kWh
Dengan lumen (tingkat kecerahan) yang sama, lampu LED menghabiskan token listrik yang lebih sedikit daripada lampu neon dan pijar. Data ini juga menunjukan bahwa lampu LED adalah yang paling irit jika dibandingkan dengan lampu neon dan lampu pijar.

Sekarang, asumsikan kita hendak menyalakan ke 3 lampu ini non stop selama 30 hari. Maka kita akan mendapatkan data sebagai beirkut.

  • Lampu LED = 0.24 x 30 = 7.2 kWh
  • Lampu CFL = 0.552 x 30 = 16.56 kWh
  • Lampu pijar = 1.92 x 30 = 57.6 kWh
Kemudian misalkan kita akan menggunakan kWh meter subsidi 450 VA, yang harga listrik per kWh nya adalah Rp. 500, maka total uang yang kita habiskan untuk menyalakan ke 3 lampu di atas non stop selama 30 hari adalah :
  • Lampu LED = 7.2 x 500 rupiah = Rp. 3,600
  • Lampu CFL = 16.56 x 500 = Rp. 8,280
  • Lampu pijar = 57.6 x 500 = Rp. 28,800

Data di atas telah membuktikan bahwa lampu LED adalah yang terbaik jika dibandingkan dengan lampu neon dan lampu pijar jika dilihat dari 2 sisi yakni :

  • Lifetime (usia pakai lampu)
  • Konsumsi daya nya

Data di atas hanya sebagai gambaran umum. Aktualnya, tidak mungkin kita akan menyalakan lampu-lampu penerangan di rumah kita selama 24 jam non stop. Paling hanya dinyalakan pada malam hari atau pada waktu-waktu tertentu saja.

Pada akhirnya pilihan tergantung pada pengguna. Beberapa orang memilih LED karena memang irit dan tahan lama, sedangkan beberapa orang lagi masih tetap menggunakan lampu jenis lain dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

2. Disiplin mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya saat tidak dibutuhkan

Menggunakan listrik memang harus bijak, terutama di masa pandemi seperti saat ini di mana kondisi ekonomi rata-rata orang masih dalam kondisi belum stabil. 

Sebagai contoh, kita tidak bisa begitu saja menyalakan TV kemudian ditinggal tidur, mencuci 1 atau 2 pakaian menggunakan mesin cuci, atau menyetel kulkas pada suhu paling tinggi tanpa melihat kebutuhan isi kulkas.

Mulai berbenah. Terutama bagi para ibu-ibu ni yang hari-harinya di rumah.

Tips dari kami :

  • Disiplin mematikan lampu, terutama jika sudah siang. Bukan hanya untuk lampu-lampu yang ada di luar rumah, tapi juga untuk lampu-lampu dalam rumah. Buka tirai dan jendela agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah. Jika anda merasa berat untuk mematikan lampu secara manual, anda bisa mencoba menggunakan timer atau sensor cahaya. Hal ini sudah pernah saya bahas pada artikel berikut ini : Instalasi lampu menggunakan timer dan instalasi lampu menggunakan sensor cahaya. Silahkan dipelajari. Dengan timer, anda bisa mengatur jam berapa saja lampu mau dinyalakan atau dimatikan. Sedangkan dengan sensor cahaya, lampu akan hidup pada waktu malam dan mati di siang hari secara otomatis. Dengan begini, harapannya penggunaan listrik menjadi lebih efektif dan efisien atau hemat!
  • Gunakan mesin cuci saat cucian memang sedang banyak saja. Jika hanya 1 atau 2 baju, sebaiknya dicuci pake tangan. Perlu diingat, mesin cuci merupakan jenis beban induktif yang boros listrik. Sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan mesin cuci jika memang ingin berhemat.
  • Kulkas dibuat dengan setting temperatur yang harusnya bisa disesuaikan dengan barang-barang di dalamnya. Jika anda sedang membuat es batu, maka sudah seharusnya anda mensetting temperatur hingga maksimal. Tapi jika di dalamnya hanya ada sayur, buah-buahan atau makanan ringan, sebaiknya diatur low atau medium saja. Kenapa begitu? Karena saat anda memposisikan setting temperatur pada posisi maksimal, maka kompresor dan komponen-komponen kulkas lainnya akan bekerja terus menerus hingga mencapai temperatur beku. Dan itu artinya penggunaan listrik akan terjadi terus menerus. Beda halnya jika anda setting low atau medium, maka kompresor tidak akan bekerja terlalu lama untuk menghasilkan temperatur yang diinginkan. Ingat, kulkas sama halnya dengan mesin cuci. Kulkas menggunakan motor listrik (beban induktif) sehingga boros listrik.
  • Jika suhu di rumah anda sangat panas dan terpaksa menggunakan AC, pastikan temperaturnya jangan disetting hingga 16°C. Seringkali kami perhatikan para pengguna AC mensetting suhu pada kondisi paling rendah yakni 16°C. Perlu diketahui bahwa mensetting AC hingga 16°C akan membuat kompresor dan komponen-komponen AC lainnya bekerja keras sehingga penggunaan listrik akan terus menerus terjadi. Apalagi ruangan ber AC tersebut terbuka. Selain akan membuat listrik jadi boros, juga akan membuat AC jadi mudah rusak.
  • Peralatan-peralatan elektronik yang sedang dalam kondisi off sebaiknya dicabut dari stop kontak. Contohnya seperti TV, laptop, dan HP. Meski sangat kecil, kita tetap ada lose energi di situ.
  • Jika anda menggunakan pompa air, sebaiknya gunakan tandon air otomatis. Jangan biasakan menggunakan pompa untuk melayani kebutuhan air kita secara langsung. Itu akan membuat penggunaan listrik menjadi boros. Tutorial tentang tandon air otomatis sudah pernah saya buat pada artikel ini (Cara membuat tandon air otomatis), silahkan dipelajari. Atau jika anda memiliki tetangga yang kebetulan tidak memiliki pompa air, silahkan diajak menggunakan pompa air bersama. Caranya ada pada artikel berikut. Cara bikin 1 pompa air untuk 2 rumah.
  • Di atas saya menyinggung tentang beban-beban indukti seperti motor listrik pada mesin cuci, kulkas, AC dll. Beban-beban listrik ini adalah yang paling boros listrik. Jika anda pernah mendengar tentang alat penghemat listrik yang saat ini banyak dijual, alat itu sebenanrya tidak sepenuhnya salah atau benar. Jika digunakan dengan benar, alat itu sebenarnya bisa menghemat listrik, tapi jika salah, maka akan sebaliknya, yang mana alat tersebut malah akan membuat listrik jadi boros. Jika anda ada rencana menggunakan alat ini, ada baiknya anda pelajari dulu pada artikel berikut ini. Apakah alat penghemat listrik itu benar?

3. Jika memungkinkan, gunakan kWh meter subsidi

Srategi paaaaling jitu jika kita ingin hemat listrik adalah dengan menggunakan kWh meter subsidi. Tapi ini terbatas untuk kWh meter dengan ketentuan sebagai berikut.

# Diskon harga listrik per kWh sebesar 25 dan 50 persen untuk pelanggan-pelanggan dengan :

  • Golongan listrik rumah tangga daya 450 VA (R1/TR 450 VA), 
  • Bisnis kecil dengan daya 450 VA (B1/TR 450 VA)
  • Industri kecil dengan daya 450 VA (I1/TR 450 VA)
  • Listrik rumah tangga daya 900 VA bersubsidi (R1/TR 900 VA)

Noted :

  1. Pelanggan listrik Prabayar dan pascabayar 450 VA mendapatkan diskon pembelian token sebesar 50 persen. 
  2. Reguler (pasca bayar) dan prabayar 900 VA mendapatkan diskon sebesar 25 persen

Untuk memperoleh kWh meter subsidi, petugas PLN biasanya akan melakukan pengecekan pada sistem, apakah KTP kita termasuk dalam daftar NIK yang berhak menerima subsidi dari pemerintah. 

Lalu bagaimana jika KTP kita bukan termasuk sebagai penerima subsidi?

Hubungi Calo (mitra PLN). Dulunya saya juga berulangkali pergi ke kantor PLN dengan harapan bisa pasang baru kWh meter subsidi. Akan tetapi selalu mental. Saat KTP saya dicek, ternyata baik saya maupun istri tidak berhak atas subsidi listrik.

Akhirnya secara tidak sengaja saya bertemu kawan lama yang kebetulan adalah mitra PLN. Pada waktu-waktu tertentu, PLN kadang mengadakan program kWh meter subsidi yang diperuntukan bukan hanya bagi golongan yang dianggap kurang mampu tapi juga bagi mereka yang mampu seperti PNS, karyawan swasta dll.

Hanya saja, kWh meter subsidi terbatas pada daya 450 dan 900 VA saja, adapun jika anda punya banyak peralatan listrik dan harus menggunakan kWh meter besar, makan terpaksa haru menggunakan kWh meter non subsidi yang artinya pada titik ini, secara prinsip memang harga listrik per kWh yang anda gunakan memang sudah mahal. Karena mahal, maka terkesan boros.

4. Pastikan instalasi listrik anda bagus dan tidak ada arus bocor

Selain karena masalah-masalah di atas, listrik boros juga bisa disebabkan karena adanya arus bocor pada peralatan dan instalasi listrik di rumah kita. Saat terjadi arus bocor, maka akan ada listrik yang terbuang percuma ke tanah.

Arus bocor bisa dideteksi dengan mudah bagi kita yang sudah menggunakan kWh meter prabayar. Sebagai contoh, jika kita menggunakan kWh meter merk Itron dan Hexing, kita bisa melakukan pengecekan arus bocor dengan cara berikut.

  1. Matikan seluruh peralatan listrik di rumah kita. Lampu-lampu dan peralatan elektronik. Matikan sakelar dan stop kontaknya.
  2. Tekan angka 41 lalu Enter pada kWh meter
  3. Jika terdapat arus bocor, maka pada display kWh meter akan muncul angka nol koma sekian (0,00..) yang merupakan indikasi bahwa telah terjadi arus bocor pada rumah kita. Namun jika angka yang muncul benar-benar nol semua, berarti tidak ada arus bocor pada rumah kita.
Sayangnya, pengecekan dengan cara di atas tidak bisa kita lakukan pada kWh meter Pascabayar (meter analog). Untuk memastikan ada tidaknya arus bocor pada kWh meter analog, kita harus melakukan pengecekan menggunkan multitester dan sebaiknya dilakukan oleh ahli/tukang listrik berpengalaman.

Masalah arus bocori ini sudah pernah saya bahas pada artikel berikut ini, Cara deteksi arus bocor pada instalasi dan peralatan listrik. Silahkan dibaca dan dipelajari sehingga anda tau bagaimana cara deteksi dan solusinya.

5. Minta pergantian kWh meter lama berusia 10 tahun ke atas

Sejak 2020, PLN secara serentak mengganti semua unit kWh meter yang beredar di masyarakat, yakni yang sudah berusia 10 tahun ke atas, baik yang pra bayar maupun pasca bayar.

Hal ini karena kWh meter berusia lama sudah dianggap tidak akurat lagi dalam mengukur energi listrik yang terpakai. Ini tentu mengkhawatirkan. Bisa jadi karena sudah tidak akurat, penggunaan listrik anda menjadi terlihat boros padahal seharusnya tidak.

Itulah sebabnya jika anda masih menggunakan kWh meter yang kira-kira sudah berusia tua, sebaiknya segera minta pihak PLN untuk menggantinya. Meski kadang hal itu tidak perlu karena mereka akan datang dengan sendirinya untuk mengganti kWh meter kita.

6. Matikan kWh meter saat bepergian

Ini mungkin jarang terjadi. Tapi terkadang akan ada waktu di mana kita semua sekeluarga pergi meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama misalkan saat mudik, liburan keluarga, dll.

Saat kita meninggalkan rumah pada kasus seperti ini, sebaiknya matikan MCB pada kWh meter agar aliran daya ke rumah benar-benar terhenti. Dengan begini, tentu tidak akan ada listrik yang terpakai percuma selama kita tidak berada di rumah.

Jika anda khawatir mematikan total listrik di rumah saat bepergian karena tidak ingin rumah gelap total, opsi menggunakan sensor cahaya atau timer bisa anda gunakan sebagaimana saran saya di atas. Jika anda kebetulan berminat untuk melakukan cara ini dan merasa kesulitan, silahkan hubungi saya via link fb di atas. Saya siap membimbing anda sampe selesai dan GRATIS! Anda hanya perlu menyiapkan komponen-komponen yang dibutuhkan saja.

Baiklah, sekian tips hemat listrik di masa pandemi versi khaddavi.net

Jika artikel ini anda rasa bermanfaat, mohon bantu share pada tombol share di bawah ya..

Terimakasih...

40 komentar untuk "Buktikan, Begini cara menghemat listrik yang baik dan benar!"

Jastitah 23.05 Hapus Komentar
Thanks ka sudah sharing! Nanti bisa coba saya terapkan dirumah :D
Vera Utami 00.15 Hapus Komentar
Wah...thanks kak infonya. Sangat bermanfaat untuk yang tagihan listriknya kadang besar wkwk. Jujur poin no 6 jarang banget saya terapkan.
Heri irawan 00.23 Hapus Komentar
Siaap,, silahkan mbak,,
Heri irawan 00.24 Hapus Komentar
Hehe,, siip mbak, bisa dicoba yaa
Dewi Arianna Manullang 00.25 Hapus Komentar
kak kalau listrik apartemen itu memang basicallynya sudah beda harga ya mas dibanding rumah biasa??
Pak Dedek 01.32 Hapus Komentar
makasih kak atas ilmu yang bermanfaat ini, kebuetulan juga tagihan listrik dirumah sedang membengkak.
bisa saya coba..
Ratu Eka Bkj (Queen Regnant of Cyberpreneur) 02.54 Hapus Komentar
Bagus kak tips nya supaya bisa lebih hemat listrik. Terlebih, saat Pandemi seperti sekarang yang perlu ekstra kontrol finansial.
Ratu Eka Bkj (Queen Regnant of Cyberpreneur) 02.55 Hapus Komentar
Bagus kak tips nya supaya bisa lebih hemat listrik. Terlebih, saat Pandemi seperti sekarang yang perlu ekstra kontrol finansial.
Chakpedia 04.47 Hapus Komentar
Terimakasih atas ilmunya mas, sangat bermanfaat sekali
Heri irawan 04.59 Hapus Komentar
Iya mbak. Secara tarif dasar listrik per kwh, harganya memang lebih mahal.
Heri irawan 05.00 Hapus Komentar
Siap mas,, silahkan docoba. Sama²..
Purwanto 05.08 Hapus Komentar
Yang terjadi di rumah saya borosnya karena ada anggota keluarga yang kalau masak nasi pakai rice cooker masaknya dikit-dikit wkwwww Pagi masak dikit, habis nanti masak lagi, boros deh....
Heri irawan 05.40 Hapus Komentar
Wkwkwk boros yg disengaja kayaknya mas pur
Kisna Hafizh J. 06.02 Hapus Komentar
Wah ini tips bisa bgt dicoba. Tp nampaknya agak susah buat orang seperti saya yg seneng banget nyalain listrik tp gak dipakai hehe.. Salken kak
cacaa 07.35 Hapus Komentar
wah jadi ada beberapa langkah biar kita lebih hemat listrik ya, harus pinter pinter ini mah..
Detiknegri 17.23 Hapus Komentar
Ternyata selama ini Kwh atau meteran saya tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah 😔

Dan selain itu, ternyata pemakain seperti lampu yang besaran wat juga berpengaruh besar iya? Hemm.. Lain kali saya harus perhati lagi nih dengan pengematan listrik..

Thanks infonya Mas🙏🤩
Leonardus Gunawan 20.13 Hapus Komentar
Emang benar sih, kalau listrik enggak di perhatikan, tagihan bulanan kadang bisa buat kantong robek, apalagi di masa pandemi sekarang ini, banyak aktivitas dirumah yang memakai arus listrik lebih, terima kasih saranya kak
Fendi 21.09 Hapus Komentar
Wah, detil banget brooo.

Sayangnya, saya bukan ahli listrik dan belum banyak paham soal listrik. Namun, tulisan ini mencerahkan ... 🕯🕯🕯
Catatan Ardita 03.19 Hapus Komentar
Rumah saya boros karena banyak pemakaian listriknya banyak sekali di rumah
Voyaro 18.38 Hapus Komentar
Mantap kak infonya. Harus mulai berhemat listrik nih. Mana tarifnya makin naik sekarang
@blogger_eksis 11.58 Hapus Komentar
Terima kasih kak Heri sudah diberi tips untuk lebih hemat listrik. Ditunggu juga tips supaya token listrik bisa irit. hhe
jalansenja 18.20 Hapus Komentar
Naaah ini, saya baru tahu ada hitung2an detilnya. Makasih mas, postnya bermanfaat buat saya.
Heri irawan 21.02 Hapus Komentar
Betul mbak. Trutama bagi kita² yg gk dapat subsidi ya,,
Heri irawan 21.03 Hapus Komentar
Sama² mas,,,
Heri irawan 21.03 Hapus Komentar
Hahaha,,
Heri irawan 21.04 Hapus Komentar
Siip sama2 kk..
Heri irawan 21.05 Hapus Komentar
Sama² kk,, mg bermanfaat
Heri irawan 21.05 Hapus Komentar
Siip sama2 mas, mg bermanfaat yaa
Heri irawan 21.06 Hapus Komentar
Sama²,, smg bermanfaat yaa
Heri irawan 21.06 Hapus Komentar
Siip sama² kk,,
Pipit ZL ceritaoryza.com 07.05 Hapus Komentar
Wah ternyata banyak hal sepele yg bisa dilakukan utk hemat listrik ya
Kisna.id 15.44 Hapus Komentar
Dulu pernah data yang diinputkan tidak sesuai dengan meteran. Kesalahan ada di petugas tp yg kena malah kita. Alhasil kena denda...
Ul Asmaul 12.44 Hapus Komentar
Sangat bermanfaat. Terima kasih ilmunya .. hal-hal sederhana tapi penting.

Kadang kurang perhatikan alat2 elektronik yang gak dipakai dan lampu tetap dinyalakan.
Ul Asmaul 12.44 Hapus Komentar
Sangat bermanfaat. Terima kasih ilmunya .. hal-hal sederhana tapi penting.

Kadang kurang perhatikan alat2 elektronik yang gak dipakai dan lampu tetap dinyalakan.
Ul Asmaul 12.44 Hapus Komentar
Sangat bermanfaat. Terima kasih ilmunya .. hal-hal sederhana tapi penting.

Kadang kurang perhatikan alat2 elektronik yang gak dipakai dan lampu tetap dinyalakan.
Ul Asmaul 12.45 Hapus Komentar
Sangat bermanfaat. Terima kasih ilmunya .. hal-hal sederhana tapi penting.

Kadang kurang perhatikan alat2 elektronik yang gak dipakai dan lampu tetap dinyalakan.
andinaksara 17.28 Hapus Komentar
bermanfaat banget kak sarannya. Saya akan coba yang no 1 lampu LED. Membaca artikel ini saya jadi penasaran apakah ada arus bocor atau tidak di rumah saya karena sering terjadi turun listrik sewaktu-waktu padahal pemakaian wajar dibawah kwh saya (1300) walaupun sekarang udah ngak sih. Lalu tentang sensor cahaya dan timer juga menarik. Ada artikelnya kah di sini?
Anonim 07.46 Hapus Komentar
Sayrat pasang kwh baru 450 watt,,apa aja mkch.
Anonim 07.48 Hapus Komentar
Sayrat pasang kwh baru 450watt apa aja mkch
Heri irawan 13.36 Hapus Komentar
syarat : KIS, KTP sama KK