Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan utama

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Di mana ada masjid (tempat-tempat ibadah), maka di situ ada TOA. Statement ini pastinya bukan tanpa alasan karena memang yang namanya Amplifier dan Speaker corong sudah pasti dibutuhkan. khsususnya di tempat-tempat ibadah sebagai pengeras suara untuk kebutuhan adzan, pengajian, pengumuman dll.

Pada dasarnya, merk Amplifier dan speaker itu banyak. Hanya saja di indonesia khsusunya kebanyakan kita menggunakan Amplifier dan speaker merk TOA sehingga kadang orang-orang bukan lagi menyebut speaker dengan sebutan speaker melainkan langsung menamai spekaer dengan nama TOA. Hehe,, Dasar monopoli.

Nah agar suara speaker TOA yang kita pasang maksimal (tidak loyo), ternyata kita tidak bisa sembarangan dalam memasang (instalasi) Amplifier dan speaker TOA ini. Berikut ini adalah teknik/cara instalasi speaker TOA yang benar agar suaranya joss alias maksimal.

Cara pasang Speaker dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Pada dasarnya, spekaer TOA terdiri dari 2 jenis yakni speaker low impedance (impedansi rendah) dan high impedance (impedansi tinggi). 

Speaker low impedance artinya speaker tersebut bekerja pada impedansi rendah, biasanya minimum 4 ohm. Adapun speaker high impedance merupakan kebalikan dari low impedance yakni bekerja pada impedansi tinggi, nilainya hingga ribuan ohm.

Lantas, apa perbedaan antara ke 2 jenis speaker ini? Akan kita bahas pada bagian akhir artikel ini.

Berikut ini adalah cara pasang speaker dan amplifier TOA yang benar, baik untuk type low maupun high impedance.

Cara pasang Amplifier dan speaker TOA Low Impedance

  • Pastikan daya keluaran amplifier yang akan kita gunakan sudah sesuai dengan daya speaker yang akan dipasang. 

Sebagai contoh, jika anda menggunakan Amplifier TOA ZA-2120 yang mana merupakan Amplifier 120 watt, maka anda bisa menggunakan 4 buah speaker corong dengan daya masing-masing 25 watt. Atau bisa menggunakan 2 buah speaker dengan daya masing-masing 50 watt.

  • Pastikan impedansi keluaran pada Amplifier sudah sesuai dengan impedansi pada speaker.

Sebagaimana sudah disebutkan di atas, nilai impedansi minimum pada Amplifier TOA model ZA-2120 adalah 4Ω. Itu artinya nilai minimum impedansi pada ke 4 speaker setelah dipasang adalah 4Ω. Jika nilai impedansi berada di bawah 4 ohm, maka Amplifier bisa rusak karena daya yang harus dikeluarkan amplifier menjadi terlalu besar.

  • Pastikan panjang kabel speaker corong tidak melebihi 20 meter. 

Sound sistem pada TOA type low impedance menggunakan tegangan 22 V pada output Amplifier. Jika pemasangan Speaker terlalu jauh dari posisi Amplifier, maka dikhawatirkan tegangan akan drop sehingga membuat suara yang dihasilkan menjadi kecil.

  • Gunakan kabel sound (dari amplifier ke speaker) dengan ukuran yang lebih besar, misalkan ukuran 2.5mm

Penggunaan kabel sound yang terlalu kecil sangat mempengaruhi intensitas suara. Selain itu, kabel sound yang terlalu kecil juga akan menyebabkan tegangan rentan drop. Apalagi jika tegangan listrik PLN di tempat kita sedang lemah. Misalkan saat waktu maghrib (beban puncak).

  • Lakukan perhitungan berikut untuk memastikan apakah speaker sebaiknya dirangkai seri atau paralel
Diketahui :
    1. Daya Amplifier, P  = 120 watt
    2. Daya speaker, P = 25 x 4 = 100 watt (Usahakan total daya speaker selalu sedikit lebih kecil dari daya pada Amplifier).
    3. Impedansi speaker masing-masing, Zs  = 16 Ω
    4. Impedansi output Amplifier, Za = 4 Ω
    5. Tegangan output Amplifier, V = 22 Volt

Jika dirangkai seri :

# Impedansi seri = 4 x 16 Ω = 64 Ω

# Daya output Amplifier jika speaker dirangkai seri = (V^2)/Zs = 22^2/16 = 484/16 = 30.25 watt

# Daya yang diterima masing-masing speaker = 30.25/4 = 7.5 watt

Dari hasil perhitungan di atas, kita melihat bahwa jika ke 4 speaker tersebut dirangkai seri, maka daya yang akan diterima masing-masing speaker adalah 7.5 watt, sedangkan masing-masing speaker harusnya menerima daya maksimal 25 watt agar suara yang dihasilkan maksimal.

Ini artinya, speaker ini tidak disarankan untuk dirangkai secara seri karena akan membuat output suara menjadi lemah karena daya yang diterima jauh di bawah daya maksimum speaker.

Jika dirangkai paralel :

# Impedansi paralel = 16 / 4 = 4Ω

# Daya output Amplifier jika speaker dirangkai paralel = (V^2) / Zs = 22^2/4 = 484/4 = 121 watt

# Daya yang diterima masing-masing speaker = 121/4 = 30.25 watt

Data di atas menunjukan bahwa jika ke 4 speaker corong 25 watt tersebut dirangkai paralel, maka daya maksimum yang akan diterima masing-masing speaker adalah 30.25 watt. Nilai ini masih diizikan karena limit maksimum spekaer 25 watt adalah 30 watt.

Dengan begini, suara yang akan dihasilkan tentu akan maksimal karena speaker menerima daya yang sesuai dengan kapasitas maksimumnya nya.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah gambar rangkaian sistem low impedance saat dirangkai seri dan paralel.

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Rangkai seri (suara lemah)

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Rangkai paralel (suara maksimal)

Pada gambar di atas terlihat posisi pemasangan kabel ouput pada amplifier terhubung pada terminal COM (putih -) dan teriminal 4Ω 22 V (hitam +).

Terminal ini disebut dengan terminal Low Impedance. Speaker corong low impedance harus dihubungkan pada terminal ini agar sesuai dengan impedansi dan daya speaker corong.

Speaker corong low impedance dengan model di atas (25 W, 16Ω) sama sekali tidak boleh dihubungkan pada terminal 70 V dan 100 V karena akan membuat spull speaker terbakar.

Cara pasang Amplifier dan speaker TOA High Impedance

Sistem instalasi speaker corong high impedance (dikenal juga dengan istilah matching speaker) relatif lebih sederhana dibandingkan dengan low impedance.

Pada speaker low impedance, kita harus hati-hati saat pemasangan karena jika daya yang diterima pada seaker kurang maka suara yang dihasilkan akan melemah. Sebaliknya jika daya yang diterima melebihi kapasitas speaker, maka spull speaker akan terbakar.

Baiklah, berikut ini cara pasang/instalasi speaker high impedance.

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Instalasi sistem speaker high impedance (Matching speaker) dilakukan secara paralel seperti pada instalasi sistem low impedance. Perbedaan nya adalah koneksi pada terminal output Amplifier. 

Pada sistem low impedance, sistem dihubungkan pada terminal amplifier 4Ω 22, sedangkan pada sistem high impedance, sistem dihubungkan pada terminal amplifier 43Ω 100 V.

Selain itu perlu diperhatikan juga adalah pada speaker corong type high impedance, biasanya terdapat selector switch pada bagian belakang speaker seperti gambar berikut. Pastikan posisi selektor sesuai dengan posisi pada gambar.

Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Kenapa posisi switch harus sesuai dengan dengan gambar di atas (400Ω 25W)? Dan kenapa speaker high impedance harus dihubungkan pada terminal 43Ω 100 V pada amplifier?

Jawabannya adalah agar output yang diterima pada masing-masing speaker sesuai dengan output pada terminal amplifier. Hal ini sama dengan perhitungan pada sistem low impedance di atas.

P = V^2/Z

P = 100^2/400Ω

P = 25 Watt

Kenapa menggunakan impedansi 400Ω dan bukan 83Ω sebagaimana tertera pada terminal?

Angka 83Ω itu adalah nilai impedansi speaker minimum yang boleh dihubungkan pada terminal tersebut. Jika nilai impedansi speaker berada di bawah 83Ω, maka ampifier akan rusak. Itulah sebabnya kita menggunakan impedansi speaker 400Ω karena berada di atas 83Ω.

Jadi, semua speaker high impedance yang terhubung paralel seperti gambar di atas sudah pasti akan menerima daya sebesar 25 watt. Hal ini tentu akan membuat output suara yang dihasilkan maksimal.

Hanya saja perlu diperhatikan bahwa jika kita menggunakan Amplifier TOA ZA-2120 maka maksimal speaker yang boleh dipasang adalah 4 buah speaker 25 watt agar sesuai dengan kemampuan Amplifier yakni 120 watt.

Perbedaan sistem low impedance dan high impedance

Berikut ini adalah perbedaan antara sistem low impedance dan high impedance pada amplifier dan speaker TOA.

Kelebihan Low Impedance :

  1. Harga speaker lebih murah dari type high impedance meski dengan daya yang sama
  2. Cocok digunakan pada gedung-gedung yang tidak terlalu besar
  3. Perawatan sederhana dan mudah

Kekurangan Low Impedance :

  1. Pemasangan cenderung lebih sulit karena butuh perhitungan teliti untuk mendapatkan nilai impedansi dan daya yang sesuai
  2. Tidak cocok digunakan jika posisi speaker lebih dari 20 meter karena akan menyebabkan tegangan drop yang mana akan membuat suara menjadi melemah
  3. Spull mudah terbakar jika pemasangan tidak sesuai
  4. Tidak bisa digabung dengan speaker coloum

Kelebihan high Impedance :

  1. Bisa digunakan pada menara-menara atau gedung tinggi yang posisi speakernya lebih dari 20 meter. Tegangan 100 V disertai travo pada speaker akan membuat daya pada tiap-tiap speaker tetap maksimal.
  2. Mudah dalam pemasangan karena tidak butuh perhitungan rumit seperti sistem low impedance dengan catatan kapasitas Amplifier sesuai dengan daya total speaker terpasang.
  3. Spull sulit terbakar karena daya yang diterima selalu sesuai.
  4. Suara konstan dan stabil dan cenderung lebih kuat dibanding low impedance.
  5. bebas digabung dengan speaker coloum

Kelemahan high Impedance :

  1. Harga sudah pasti lebih mahal dari speaker low impedance karena memiliki travo matching.
  2. Harga travo matching cenderung mahal sehingga merepotkan ketika terjadi kerusakan.
  3. Jika travo matching rusak, maka speaker high impedance akan menjadi speaker low impedance

Baiklah demikian artikel kali ini tentang Cara pasang Spekaer corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!

Jika ada ada penjelasan yang kurang tepat dan butuh dikoreksi, silahkan komen di bawah.

Mohon bantu dishare juga ya.. Terimakasih!


Posting Komentar untuk "Cara pasang Speaker corong dan Amplifier TOA yang benar agar suara joss!!"